Sunday, January 1, 2012

Menghomati Janji Kepada Diri Sendiri



Tuhanku Yang Maha Sejahtera,

Aku telah sering berjanji, dalam resolusi yang hebat di setiap awal tahun, yang gemerlap dengan tingginya impian, dan membara dengan hebatnya semangat.

Engkau telah menyaksikanku membolak-balikkan badanku di malam-malam yang tak bertidur, mengkhayalkan kebesaran hidup, merincikan rencana pencapaian kehebatan diriku, dan membayangkan kenikmatan dari kehidupan yang lebih berkelas.

Tapi,

Engkau telah juga menyaksikan bagaimana aku lupa, bahkan melupakan diri, dari janji dan resolusiku – bukan hanya tahun ini, tapi di tahun-tahun yang berulang sebelum ini.

Kehebatanku untuk bermimpi, tak sehebat kemampuanku untuk menunda.

Apakah itu sebabnya aku sulit mempercayai diriku sendiri?

Dan apakah itu yang mendasari kegalauanku mengenai masa depanku, karena aku mempercayakan hidupku kepada orang yang tidak menghormati janjinya kepada dirinya sendiri?

Tuhanku Yang Maha Melapangkan,

Aku mohon maaf atas kesantaianku mengenai penggunaan waktu dalam hidupku.

Waktu adalah komponen pembentuk kehidupanku. Maka jika aku menyia-nyiakan waktu, sesungguhnya aku menyia-nyiakan kehidupanku.

Aku mohon Engkau mentenagai ketegasanku untuk segera melakukan yang telah kuniatkan, untuk menyelesaikan tugasku, dan untuk hidup sesuai dengan rencana dan doaku.

Cegahlah aku dari menginginkan satu hal, tapi melakukan hal lain yang menjauhkanku dari kemampuan, dari kemapanan, dan dari kesejahteraan.

Tuhan, dampingilah upayaku untuk menjadi pribadi yang lebih menghormati janjiku kepada diriku sendiri.


Amin


/lym 01/01/2012
courtesy : Mario Teguh

my tumblr : http://theheartbook.tumblr.com/


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.