Friday, March 4, 2011

Aku Tak Suka Malam


Aku tak suka malam. Senyapnya mendebarkan isi dada. Pekatnya bagai jurang sepanjang lereng hutan berkabut. Bila malam tiba, peluh bercucuran. Mata tak mempan dinina bobokan. Meditasi gagal kulakukan. Karena ruang fikirku didominasi kegelapan. Sungguh, aku membenci malam. Yang hadirnya mengubah mentari jadi rembulan. Diamnya menyakitkan. Heningnya mendamaikan. Namun sepinya meremangkan. Suatu hari, malam tiba~tiba tak hadir. Langit terus benderang. Meski pagi telah pamit. Dan siang siap pergi. Namun senja tak jua mengakhiri tugasnya. Langit terus menjingga, menyiratkan luka. Semesta bertanya~tanya, mengapa?. Malam tetap menghilang. Meninggalkan tugasnya tanpa kejelasan. Angin dan burung hantu ribut bertanya. Sungguh, aku enggan menjawab. Karena malam telah kugunting menjadi lukisan~lukisan suram dalam bingkai retak. Dan kupajang di dinding kamar. Aku tak suka malam. Dan, bila ada yang menanyakan sebabnya. Baiklah, akan kujawab dengan jujur. "Karena aku tak suka malam. Nuansanya membuatku merasa sendiri di muka bumi." (goresan iseng)


/lym 04/03/2011
from : sayuri yosiana

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.