Saturday, January 22, 2011

Rinduku adalah Nafas


Mentari mengintip di balik jendela
angin terdiam di kantuk daun kecapi
menyiram Pagi,
menanam asa di empu jari

Sepasang pipit mencumbui pagi
siang adalah malam ... tanpa suara
tidak ada hulu, tidak ada muara
waktu pasrah
di lipatan nikmat

Pagi,
kabarkan padanya
rinduku adalah nafas
dilumat waktu yang tidak mengenal batas

Pagi,
kuserahkan rinduku
pada titah-titah suciNya

'Selalu untuk Selamanya'

Bandung, 22 Januari 2011

/lym 22/01/2011
From : Ersis Warmansyah Abbas

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.