Sunday, December 19, 2010

Cinta memiliki begitu banyak tamsilan yang berada di seberang kata-kata.


Tiada salahnya aku berbicara tentang Cinta dan menerangkannya, tapi malu melingkupiku manakala aku sampai pada cinta itu sendiri.
Cinta tak terjangkau oleh kata-kata dan pendengaran kita:
Cinta adalah lautan yang tak terukur dalamannya.
Coba kau hitung berapa banyak air di sungai?
Di hadapan lautan tujuh sungai tiada arti.
Cukup! Sampai kapan kau akan terpancang pada lidah dan kata-kata?
Cinta memiliki begitu banyak tamsilan yang berada di seberang kata-kata.
Diam! Diamlah! Karena apa yang dikatakan orang tentang Cinta tak dapat diterima:
Tersembunyilah makna-makna karena begitu banyak kata.

Seseorang bertanya, Apakah Cinta? jawabku, Betanyalah tentang makna-maknanya.
Manakala kau menjadi sepertiku, kau akan tau.
Ketika Dia memanggilmu, kau akan membaca kisahnya.

Oh,kau yang telah mendengar perbincangan tentang Cinta, tetaplah Cinta!? - Rumi


/lym 19/12/2010

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.