Wednesday, November 10, 2010

Ucapan Simpati Yang Menyentuh Hati


Betapa jiwa menjadi lebih terbuka, saat tausiyah2 indah terkirim bersama seuntai doa, dari seorang ustadz, yang sudah kuanggap mas-ku:

Wahai jiwa yang berduka,
yang berjalan menunduk
dan nafas beratnya bertanya,
mengapakah goresan tinta takdir ini
tak berlaku ramah?

Sungguh kesedihanmu
tengah menyiapkan rongga besar di hatimu,
sebagai penampung kebesaran jiwamu
nanti...


Dan, jika hati sedang merindu padanya, rindu seorang bunda, saat aku bertanya masgul, sehari setelah kepulangannya:

Duhai malaikat kecilku, sedang apa kau disana, naak? Ini waktu biasanya kau minta mandi pagi ...

Maka, kiriman seorang sahabat maya ini kini menjadi pelipur laraku:

kemari anak ku,
kita berbincang tentang langit malam
disana..nun di balik pekat cakarawala...
do'a-do'a setiap kita tertambatkan
merapat bersama tasbih bintang-bintang
milikmu, adakah disana?
tentu anakku
engkau mesti menjaga-Nya
hingga Ia yang Maha penyayang
berkenan melindungimu
bukankah Ia memberi jika engkau meminta?
maka berdo'a lah,sematkan ia di sana
di sisi takbir mahluk-mahluk langit

tak ada yang bisa kuwariskan anakku sayang
hanya bisa aku kabarkan
sabda suci dari sang Nabi
tentang keagungan Tuhan nya
Rabb kita....
Tuhanku juga Tuhanmu

Kemuliaan Nya disana nak,
Bersemayam di atas Arsy yang maha suci
dan demi umurku!
Ia sedekat ini
serapat buluh-buluh nadi
maka masihkah engkau merasa sepi?

hanya ini anakku
ini saja yang aku punya....

*hiawata*


-------&&&-------

*Pondok cabe, 9 nov 2010
**jzkallahu khoir mas icham, mbak lia....



/lym 09/11/2010
From : Mukti Amini Farid Facebook

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.