Monday, November 22, 2010

Sebuah Catatan dari Buya Hamka


Seorang teman bertanya: “Besok bukankah hari raya? Mana pakaian yang telah engkau sediakan?”

Aku menjawab: “Pakaianku sangat indah, pemberian daripada kecintaanku. Dua helai baju, yakni kemiskinan dan kesabaran. Di dalamnya tersimpan hati yang telah disepuh, yang memandang bahawa keramaian hari raya itu bercahaya, lantaran di sana terbentang nyata wajah kecintaanku, biarpun orang lain tak melihatnya.

Pakaian apakah yang lebih indah dipakai di hari raya, dari pada pakaian pemberian kekasih, yang dipakai dengan tersipu-sipu di hadapanNya?

Tak ada ertinya dari raya itu bagiku, wahai Kekasih, kalau cahayaMu tak memberi kumandang di sana. Dia akan sepi, tak ada keramaian tak ada hari raya, bila Engkau lepas dari ingatanku.

Patuhkah aku disebut seorang yang setia, kalau ada wajah yang lain yang kulihat dalam keramaian, selain dari wajah Mu jua?


/lym 22/11/2010

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.