Tuesday, July 6, 2010

Mimpi Sebelum dan Setelah Tidur


Sedari kita masih anak-anak, sudah terlalu sering pengaruh dari orangtua, keluarga, teman-teman, dan bahkan guru-guru kita, yang secara langsung atau tidak langsung telah “mengondisikan” pikiran kita, untuk menganggap “mimpi” sebagai hal yang tidak dapat dicapai. Mereka sering menyebutny...a dengan “impian kosong”, atau hanya menganggap sebagai “lamunan” belaka.

Sehingga rasanya sangat memalukan, karena terlalu sering mengasosiasikan kata “mimpi” dengan suatu pengharapan yang tidak realistis, tidak nyata. Mereka ini selalu beranggapan bahwa “impian” kita merupakan suatu bentuk “keinginan untuk melarikan diri” dari kondisi kita yang sebenarnya. Bahkan mereka ini sering merasa kasihan kepada kita, yang memiliki impian besar, sering menghibur kita dengan kata-kata “yah, mudah-mudahan mimpimu dikabulkan Tuhan”, tetapi dengan tatapan mata yang menyiratkan rasa kasihan kepada kita, dan pandangan tidak percaya, karena kita punya mimpi besar.

Namun, jangan takut bermimpi. Bukan karena ia bisa didapatkan dengan gratis dan mudah, melainkan penting Anda ketahui, bahwa “mimpi” sesungguhnya merupakan “gambaran mental” yang menginspirasi semua usaha manusia untuk menjadikannya suatu bentuk realitanya.

Anda sudah membuktikannya sekarang ini, setidaknya, merasakannya. Di zaman modern sekarang, Anda dapat menikmati berbagai fasilitas, kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan ini. Semua itu juga disebabkan oleh “mimpi-mimpi” sebelumnya.
Anda bisa menikmati televisi, menggunakan komputer, memakai telepon genggam, facebook; itu semua berawal dari “mimpi”. Mimpi yang telah berubah menjadi kenyataan. Anda bisa melihat peninggalan-peninggalan bersejarah, yang pasti awalnya juga berasal dari mimpi-mimpi besar. Pastilah Anda takjub dengannya; khususnya peninggalan yang termasuk dalam kategori “keajaiban dunia”.

Cobalah Anda bayangkan, di zaman Mesir kuno, orang sudah bisa membuat Pyramid, suatu bangunan yang sangat besar, rumit, dan pasti sangat sulit mewujudkannya. Lihatlah “Tembok Besar China”, yang membentang puluhan kilometer, juga bangunan “Taj Mahal” di India, “Menara Eiffel” di Perancis, “Candi Borobudur” di Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Inilah suatu bentuk nyata dari keajaiban mimpi-mimpi besar.
Semua itu membuktikan suatu kenyataan, bahwa “mimpi tidak harus nyata”. Bahkan Anda pribadi, di dalam kehidupan Anda sendiri, pasti juga mengawalinya dengan sebuah mimpi. Misalnya: pada saat Anda ingin mendapatkan pekerjaaan yang Anda sangat sukai karena sama dengan hobby, memiliki mobil, membangun rumah baru, mencari jodoh yang tepat, atau membentuk keluarga baru yang bahagia, ataupun keinginan berwisata, dan mimpi-mimpi Anda lainnya.

Apakah mimpi-mimpi Anda sudah menjadi kenyataan? Inilah bukti nyata, bahwa mimpi-mimpi memang memiliki kekuatan luar biasa prima, kekuatan hampir tanpa batas; yang bertujuan semata-mata untuk menuntun kita dalam mendapatkan bentuk realitanya.
Oleh karena itu, “mimpi” mempunyai kekuatan untuk mempertajam fokus dan mengisi hidup kita dengan energi dan hasrat membara. Itulah kenapa suatu impian besar, pasti akan menghasilkan suatu prestasi besar. Kekuatan mimpi benar-benar akan mengubah segala yang diimpikan menjadi kenyataan fisiknya.

Bisakah Anda membayangkan, jika orang-orang hebat sebelum kita, tidak pernah bermimpi membentuk dunia seperti sekarang, dunia yang begitu maju teknologinya? Pastilah kehidupan kita sekarang tidak akan menjadi senyaman hari ini, jika mereka sebelum kita ini. Tidak pernah mempunyai mimpi besar. Mungkin kita akan hidup seperti di zaman batu.

”Impian adalah cetak biru (blue print) untuk prestasi terbesar Anda”, begitu kata Napoleon Hill, penulis buku “Think & Grow Rich”. Jika Anda berani bermimpi besar, punya cita-cita “setinggi langit”, maka itu semakin memperkuat diri Anda. Mimpi besar Anda akan membuat “jiwa” Anda sadar akan kekuatan sejati diri Anda, menyadari potensi Anda yang sebenarnya.

Mimpi-mimpi Anda, akan memberdayakan Anda, dan menggali potensi tersembunyi dari Anda. Dengan mimpi, Anda akan mempunyai semangat juang tiada tara, sehingga memperoleh daya juang yang semakin tinggi kekuatannya dalam menggapai apapun impian yang menjadi sasaran hidup Anda. Dan, pada gilirannya, sudah bisa dipastikan; Anda menjalani hidup ini penuh dengan suka-cita dan kebahagiaan.

Karena, yang akan mengantar Anda pada kenyataan, ialah pada saat sebelum mimpi dan setelah mimpi, ketika kita berada dalam situasi bangun, bagaimana Anda mengupayakan dan konsisten untuk itu. Mimpi tinggal mimpi, ialah mimpi yang tidak berkaki dan karenanya tidak menginjak bumi kenyataan. Karena konstruksi mimpi yang sejati, ialah yang bertumpu dari dan untuk kehidupan.


/lym 05/07/2010
From : Sunardian Wirodono Facebook

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.