Monday, July 5, 2010

Menikmati Saat Istimewa

Kanker
Satu kata yang membuat hati siapapun gentar
Kini ia berdiam dalam diriku
Entah haruskah kubersyukur atau kuhujat

Dengan cepat aku menoleh jauh ke belakang mencari suatu pegangan
Tak kunampak sebatang rantingpun yang dapat kujadikan pertautan
Kecuali bayangan tapak tangan yang tengah terulur padaku
Kuraihnya, lembut, aku tak merasa mengenggam sesuatu
Tapi ada rasa nyaman mengalir dari sana ke seluruh tubuhku
Lelap aku tertidur sambil kupeluk bayangan tangan itu
Anganku berjalan ke depan dengan cepat
Serentet pengalaman yang mencengkam terpampang
Jelas setiap detik membawaku kearah yang yang menyakitkan
Aku harus lalui terowongan sempit dengan biluh yang siap menyayat
Tiap goresan membawa perih menancap dalam di kerongkonganku
Ya Tuhan, seperti inikah yang Kau rasakan saat menghampiri salibMU
Aku terus merangkak maju meskipun biluh itu makin menggores menyakitkan
Air mataku makin deras tak tertahankan
Bukan karena perihnya luka di mulut, lidah dan kerongkonganku
Tapi melulu karena adanya kesempatan istimewa yang kualami
Menikmati cinta kasihMU melalui para sahabat yang KAU kirim
Menikmati saat menghirup berkat anugerahMU yang tak kunjung padam
Sudah sejauh ini KAU menyertai aku berjalan, masihkah aku pertanyakan ?
Sepuluh kali telah kulewati tinggal dua puluh tiga kali lagi masanya berkahir
Saat sengat kanker dipatahkan !

Simei 8 April 2010


/lym 04/07/2010
From : Gunawan Tjahjadi-Facebook

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.