Wednesday, June 16, 2010

Emak Ingin Naik Haji

Film ini menggambarkan perjuangan orang kecil yang rindu naik haji.

Mak menundukkan kepala, merayapi daster batik kusam yang dipakainya. Tidak lama, sebab satu pikiran mencerahkan wajah perempuan itu lagi.
"Masjidnya bagus di sono ya, Zen? Lampunya banyak," Mak terkekah.
"Eh, berape sekarang ongkosnya, Zen?"... See More
"ONH biasa atau plus, Mak?"
Mak tertawa. Beberapa giginya yang ompong terlihat.
"Kagak usah plus-plusan. Mak kagak ngerti."
"Kalo kagak salah dua ribu tujuh ratusan."
"Murah itu!"
Kali ini Zen tertawa.
"Pakai dolar itu, Mak. Kalau dirupiahin mah dua puluh tujuh jutaan."
Suara riang Mak kontan meredup, "Dulu sih kita punya tanah. Tapi keburu dijual
waktu Bapak sakit."
Beberapa saat Mak hanya menghela napas panjang. Suaranya kemudian terdengar
seperti bisikan, "Mak pengin naik haji, Zen. Pengin."

Begitulah sepenggal potongan cerpen karya Asma Nadia yang berjudul Emak Ingin Naik Haji.Sebuah cerpen yang menggambar kesedihan seorang wanita tua (Emak) yang tidak mampu mengumpulkan segepok uang bekal naik haji. Sementara anaknya, Zein, merasa menjadi pecundang seumur hidup karena tidak bisa mewujudkan mimpi Emaknya itu.

_______________________________
Mak
ingin kubawa kau pada rumah mimpimu
yang dari dalamnya terpancar keindahan Ilahi
dan berjuta tanda kebesaran-Nya
Tapi Mak...
tanganku terlalu lemah dan daya yang kupunya
seperti hembusan angin melintas celah batu karang
Mak
rumah mimpimu
entah kapan kupersembahkan
tapi ia selalu ada dalam doaku




http://anadia.multiply.com
/lym 15/06/2010

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.