Tuesday, June 15, 2010

I Learned From You


Baru saja selesai membaca note yang dikirimkan oleh seorang teman Facebook saya mengenai “Sentilan Kecil dari Allah SWT”; Entah sejak kapan mengawalinya, saya jadi lebih nyaman membaca catatan-catatan sejenis ini.

Belajar kehidupan dari catatan-catatan para sahabat menguatkan hati saya makin mencintai-Nya dan jujur ini bukan “sebuah bulan madu”, saya meyakininya.

Sehingga tanpa saya sadari Facebook maupun Blog saya hampir sebagian besar memuat, mengutip catatan-catatan yang bermakna kecintaan saya kepada Maha Cinta saya.

Mengambil sebuah alasan “klise” karena memang sudah saatnya kah saya mendekatkan diri kepada-Nya ? Kalau memang itu jawabnya, ada rasa menyesal, karena ternyata catatan-catatan yg penuh makna dengan kecintaan yang Maha Cinta saya, terlalu indah untuk dilewatkan.

Bahkan surat-surat cinta-Nya kepada umatnya yang dulu saya anggap “ribet” untuk dipahami, kali ini terasa indah bagi diri saya. Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahu Akbar.

Thanks Allah, walaupun mungkin ini bagi sebagian orang, saya termasuk terlambat mengakui keindahan-Mu; tapi saya bersyukur karena di sisa usia ini, saya diberi kesempatan mengenal-Mu lebih dekat, lebih cinta kepada-Mu. Engkau yang memberikan kedamaian hati; Engkau yang memberikan harapan yang tak pernah kosong; Engkau yang menjawab segala persoalanku.

Ya Rahman, Ya Rahim, Yang Maha Cinta,
Dekatkan aku pada-Mu. Sedekat Engkau mengenalku seperti urat nadi dalam tubuhku. Dekatkan aku kepada-Mu seperti yang selalu Engkau katakan bahwa “Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS 2 : 186).”
________________________

Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Lukman : 22).

Wahai manusia ! Jangan sekali-kali merasa kesepian diatas jalan kebenaran karena sedikitnya orang yang berada disana. Sesungguhnya kebanyakan manusia telah berkumpul menghadapi”hidangan” yang sebentar “kenyangnya”, tapi lama sekali “laparnya”. (Imam Ali ).

/lym 14/06/2010 @05.50 am.
From : Hospital Cinere

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.