Saturday, June 19, 2010

Fabiayyi alaa Irrobbikumaa Tukadzzibaan


Pagi ini saya sedang menghela kepenatan saya di lobby rumah sakit; Sudah memasuki hari ke-empat ibu saya harus jalani rawat inap disini. Tanpa sengaja mata saya terpaku pada sepasang kekasih yang berlalu di hadapan saya menuju klinik penyakit dalam; keduanya sudah sepuh, perkiraan saya mereka couple usia 80 an; yang tak malu saling menggenggam tangan; saling memberikan kekuatan, sehingga mereka seakan-akan tak memerlukan sebuah tongkat penyangga untuk berjalan; tatapan penuh cinta kasih, seakan mereka saling berbisik “Cinta, kamu masih seindah dulu, ketika kita pertama bertemu, walaupun kini tanganmu yang ada dalam genggaman tanganku ini berkeriput . Don’t let one mistake keep us apart. I’m not meant to live alone.Turn this house into a home. please be there. Still in love with me.” Subhanallah indahnya dalam hati saya.

Dalam pikiran saya, betapa kuatnya cinta mereka, karena itu sebuah kesalahan-pun yang dibuat diantara mereka, tak mampu memisahkan mereka. Mungkin ini yang disebut mencintai karena Allah.

Pada akhirnya pemandangan ini melambungkan saya pada sebuah angan andai cerita itu berpihak pada saya. Ya Allah, berikan aku yang terbaik. Berikan aku yang terbaik semua karena Allah…(itu keinginan hati saya)

Astagfirullah; Astagfirullah;Astagfirullah
Ya Allah Engkau Yang Maha Damai,
dari-Mu lah semua kedamaian.
Mahaberkah Engkau Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan;

Sujud syukur kepada-Mu atas segala cinta yang datang pada diri saya, Wahai Allah Yang Maha Cinta.
_________________________________

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. QS. Ali Imran : 145

“Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

“Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah saw bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Abu Dawud).


/lym 15/06/2010 @ 08..57 am
Lobby Hospital Cinere

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.