Friday, November 26, 2010

Sebuah Pernikahan



Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Ini mungkin sebuah catatan yang tercepat yang aku tulis dengan penaku, mungkin karena dramatisasi dari sebuah alunan yang sedang ku dengar "Somewhere in Time" dari Maksim yang sangat menghanyutkan hati dan diri yang sibuk membuang satu kata yang membola : kangen ! kepada yang jauh.

Rasanya hati mengharu biru ketika tanpa sengaja pagi ini aku menanggapi sebuah wall di Facebook seorang teman tentang sebuah Pernikahan.

Pernikahan ibarat suatu benteng, yang di dalam benteng ingin keluar dari benteng karena ingin tahu dan merasakan kehidupan bebas di luar benteng seperti apa ; sedangkan yang di luar benteng ingin tahu dan merasakan seperti apa kehidupan di dalam benteng.

Menikah dan tidak menikah atau mungkin tidak akan menikah lagi adalah pilihan hidup setiap orang yang semua ada konsekwensinya masing-masing.

Mungkin ini akan menjadi renungan diri bahwa dalam bahtera pernikahan kita harus selalu dalam terjaga, jangan sampai tercuri tanpa kita sadari, selalu menjaga keindahan bathin kita terhadap dia, karena begitu mulai tergerus maka lihatlah, berapa banyak hati yang akan terluka karenanya dan lara yang sulit disembuhkan.

Kehidupan yang kita jalani adalah realita, tak pelak dengan sebuah Pernikahan; kita memilih yang kita yakini dan kita butuhkan dalam melakukan pilihan-pilihan untuk hidup dengan sandaran kepada-Nya; bukan berdasarkan opini orang atau indah di pandang mata orang karena pandangan seseorang bisa saja keliru.

Harapan semua insan pasangan menginginkan pernikahan yang berkah, pembuka pintu rahmat, penyempurnaan kecintaan kepada-Nya, tungku tempat menempa sabar dan syukur, sekolah tempat belajar menjadi dewasa sebagai jalan menggapai cinta-Nya.

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. QS 36 : 36


/lym 14/05/2010

Terinspirasi dari : percakapan dengan Widyawati dan sebuah tulisan Linda Djalil & Rina Syarif, thanks so much.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.