Saturday, May 22, 2010

Dimana kita saat waktu shalat ?


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Dear Sahabat,

Pagi ini setelah membaca status facebook teman-temanku, juga membaca beberapa tulisan sahabat di Kompasiana, saya teringat sebuah syair lagu yang dinyanyikan seorang pengamen. Beberapa kali saya mendengar lagu tersebut. Syair yang begitu sederhana, yang hingga kini tak saya tahu siapa yang menulisnya; mungkin karena sang pengamen yang melantunkan dengan penghayatan yang baik, hingga saya "tersindir" dan terus saja membuat saya mengingatnya hingga kini.

Sayang sampai catatan ini saya tulis, masih juga saya belum tahu judul maupun pencipta lagu tersebut. Syair lagu tersebut dibuat penciptanya untuk mengingatkan bagaimana seringnya kita meninggalkan Shalat dengan berbagai alasannya.

Diantara peristiwa di bawah ini, mungkin atau sering terjadi pada diri saya, diri kita. Astagfirullah.

Di saat gema bedug Subuh berkumandang, bedug Subuh tak kita hirau, Shalawat Tarhim dan Adzan tak mampu membangunkan kita dan ini alasan pertama kita untuk tidak shalat,karena masih terlelap tidur, atau menyalahkan alarm jam beker kita yang tak "berbunyi" bukan menyalahkan matinya alarm hati kita.

Memasuki waktu Dzuhur, yang jelas-jelas bedug shalat Dzuhur terdengar oleh kita, kita tak juga shalat, karena kita sedang sibuk-sibuknya bekerja atau makan siang dengan klien dan teman-teman kantor atau kita sedang terbenam dengan "kesibukan" lain membalas wall teman-teman kita di jejaring facebook/Twitter kita.

Pada saat waktu shalat Ashar, lebih tak terdengar lagi bedug shalat Ashar, karena kita makin sibuk dengan berbagai meeting yang agendanya sudah tertulis runtun dan terkesan tak bisa kita tunda.

Ketika gema bedug Magrib terdengar, ada lagi alasan kita meninggalkan shalat karena kita masih dalam perjalanan, masih sibuk mencari jalan untuk terbebas dari kemacetan yang rutin kita hadapi setiap harinya.

Saat tiba di rumah cinta kita, rumah yang selalu kita beri slogan Home Sweet Home, gema bedug Isya pun tak terdengar, karena kita "kecapean" akibat perjalanan panjang dari kantor yang baru saja kita lakukan yang teramat melelahkan dan sibuk memberikan perhatian kepada keluarga kita dengan alasan orang sibuk "quality time for family" .

Kemudian pertanyaan berikut, Kapan kita akan shalat ? Pantas kah kita berharap surga-Nya ? Padahal Allah dengan setia nya menanti kita menyapa-Nya. Adakah quality time for Allah, yang kita sediakan ?

Astagfirullah ; Insya Allah saya, ananda saya, keluarga saya, para sahabat saya, dan kita semua bukan termasuk insan manusia yang sering atau tidak akan lagi melupakan sujud kepada-Nya dalam 5 (lima) waktu-Nya yang telah diwajibkan kepada kita dan kusyu dalam setiap rakaatnya.

Insya Allah takbir nan ikhlas dan Al-Fatihah yang selalu mengaduk rasa akan selalu bersemi di sanubari kita untuk selalu mengingat Maha Pencipta Kita dengan semua nama-nama indah miliknya.

Satu surat Allah mengenai shalat yang terus saya ingat :

D<span style="font-style:italic;">an mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS 2 : 45).

Selain itu di beberapa surat Allah mengenai kewajiban Shalat juga banyak diingatkan :

1.Allah berfirman :
“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mu’minun : 9-11)

2.Allah berfirman :
“Dan kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45).

3.Alllah berfirman :
“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya (menunda-nunda sehingga keluar dari waktunya).” (Al-Ma’un : 4-5)

4.Allah berfirman :
“Sungguh bahagialah orang-orang mu’min yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun : 1-2)

5.Allah berfirman :
“Lalu datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam ; 59)

6.Rasululloh Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tahukah kamu, apabila di dekat pintu rumahmu terdapat sebuah sungai dan kamu mandi lima kali sehari? Apakah badanmu masih kotor? Para sahabat menjawab : Tidak! Nabi bersabda lagi : begitulah halnya shalat yang lima kali sehari, Allah menghapuskan dosa-dosa manusia dengan shalat itu.” (Hadits Muttafaq Alaih).

7.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).

8.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tonggak pemisah antara seseorang muslim dengan kafir adalah shalat.” (Riwayat Muslim).

Insya Allah Shalat bukan merupakan hal yang berat, apalagi kita selalu mengharapkan kita berada di surga-Nya kelak; karena hanya satu jalan yang tak bisa kau tempuh, yaitu hanya tepian langit.

Catatan ini bukan bermaksud untuk menggurui; ditulis hanya untuk mengingatkan diri saya dan kewajiban saya untuk mengingatkan kepada ananda saya. Alhamdulillah bila menjadi manfaat bagi yang membaca catatan ini.


/lym 21/05/2010

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.