Monday, May 3, 2010

Naik Kelas


Bagi pecinta kuliner mencicipi aneka masakan dan hidangan memiliki rasa tersendiri. Misalnya ketika menggigit ikan gurame bakar -seperti sedang berpetualang- lidah sebagai indera perasa sangat menikmati rasa gurih, manis, pedas dan aroma jeruk nipis yg segar.

Pernahkah terbayangkan jika setiap makanan hanya memiliki satu rasa saja…? Seperti gurame bakar tadi hanya terasa manisnya kecap saja.

Hidup ini pun bisa dianalogikan dengan makanan/masakan. Tidak ada hidup yg bahagiaaaa… teruuus.. atau sengsaraaaa teruuuss…

Ada kalanya hari ini pekerjaan kantor kita mulus… atasan tersenyum puas, bonus membayang jelas. Namun entah karena kecerobohan anak buah atau anggota tim yg lain, menjelang sore, proyek gagal, si boss malah pasang muka kenceng, bonus apakabar…?? Sudahlah… lupakan saja…

Sesungguhnya setiap ujian hidup baik itu berupa ujian kesabaran maupun keikhlasan sebenarnya sarana Allah untuk menguji kadar keimanan kita. Jika kita mampu melewatinya dengan sabar dan tidak mengumbar emosi yg berlebihan, kita bisa “naik kelas”. Namun jika kita gagal menghadapinya, sudah terlanjur meluapkan amarah, mengambil keputusan yg salah… Maka segeralah menyesal, perbanyaklah Istighfar, mohon ampun pada-Nya , dan mohon maaf lah kepada orang yg tersakiti karena luapan emosimu.


"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. QS 3 : 133


/lym 02/05/2010
Catatan renungan untuk diri

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.