Monday, May 17, 2010

Mari Kita Mensyukuri Hari Minggu Ini


Selamat pagi, teman
tutur saya kali ini inginnya singkat dan seadanya..
tapi apa mau dikata..
akhirnya semua tumpah tiada mudah ada henti..
Manakala daun bergerak sedikit ditiup angin pagi
dan suara burung berceloteh riang dari balik pohon jeruk Bali di belakang rumah
pikiran menerawang ke mana-mana..
karena terasa betapa beratnya hidup ini
dengan segala cerita, cobaan dan perilaku orang-orang sekitar kita
aku alami itu, pasti kamu juga teman…
karena hidup semakin mengada-ada
ruwet dan beban finansial semakin tinggi…
untuk yang berkecukupan sekalipun, belum tentu tak ada kendala
dalam timpaan persoalan yang lain-lain lagi dan menyeramkan…
sungguh ngilu melihat orang bergelimang harta namun sering di layar kaca..
mencoba berdusta segala cara agar khalayak percaya..
apalah enaknya hidup semacam itu, teman..
mari kita nikmati hidup apa adanya..
menjauhi segala problema yang kita cari-cari sendiri..
dan akan berakhir dengan sia-sia..

Seketika ingatanku melayang pada indahnya sebuah peristiwa..
tatkala ayah memangku tubuhku di lengan kakinya
dan mengayun bagai terbang menuju angkasa
aku tertawa , mencubit kumis ayah dan memeluknya erat-erat..
sembari aku berkata,
yah, kok ayah nggak pernah main golf tiap hari seperti Oom Omar tetangga sebelah..
dan sering-sering berangkat ke luar negeri
dan membelikan sepeda mini yang warna warni untuk aku …
juga mainan masak-masakan yang beda model beda warna juga boneka yang bisa berbicara…
lalu ayah hanya tertawa sambil mengusap pipiku..
dan berkata,
hayooo.. mau pilih mana…
lihat ayahnya hebat di lapangan golf tiap hari
dan berangkat terus ke luar negeri
lalu kasih kamu sepeda mini
tapi kamu tidak pernah dipangku seperti ini..
juga dipeluk, diajak bicara dan jalan pagi tiap hari…
tidak juga ditemani tidur sampai matamu tidak melotot lagi..
juga tidak berlari datang ke kamarmu kalau petir muncul hujan seru di luar rumah..
hayoooo… pilih manaaaaa…
lalu aku memeluk ayahku kembali
erat-erat…
seakan-akan aku tak ingin ditinggal
dan tak ingin bertukar nasib menjadi anak Oom Omar..
yang memang sering beraut kencang tanpa senyum apalagi menggendong-gendong anaknya..
aku sungguh tak ingin jauh-jauh dari suasana hangat seorang ayah di rumah mungil ini..
ditambah senyumnya ibu yang selalu hidup bersahaja namun wajahnya tetap cantik sekali…
Duh.. peristiwa silam itu
menjadi cubitan yang amat berharga bagiku sampai menjelang maut menjemput nanti
karena mensyukuri nikmat memang tiada taranya
hati menjadi kaya
iri dengki sirna tak ingin lekat dalam tubuh ini

Kini kembali kutatap lagi daun bergerak di taman belakang kali ini..
hari Minggu yang cerah..
sepiring nasi dengan lalapan daun ginseng dan tempe goreng
inilah sarapan pagi orang asli Indonesia yang tengah kunikmati..
semua harus disyukuri dengan amat sangat luar biasa
meski ada anak yang sudah mulai melawan ibundanya
namun toh aku melihat dari sisi lain lagi..
ia sangat tahu diri kondisi kocek sang Ibu..
ia pandai sekali, tekun menuntut ilmu
sehingga sarjananya dicapai saat usianya dua puluh tahun
kemudian bekerja dengan giat hingga kini
dan sebagian besar hidupnya tak kuongkosi lagi…

Meski di rumah banyak kendala memiliki pembantu yang kerja amburadul
kadang makan hati… majikan yang diliciki… duuh.. duh..
namun di sisi lain aku kembali bersyukur
bahwa aku masih punya beberapa pembantu
sehingga tak perlu nunggang nungging mengepel lantai dan menghapus debu di kisi-kisi..
kadang bingung menghadapi rekan kerja yang acapkali bertutur arogan padahal bisnis itu dari aku..
tinggalah urut dada dan menghela nafas yang bisa kulakukan
tokh aku tetap bersyukur masih ada orang yang memberi pekerjaan bagus bagiku..
hari Minggu ini sekilas memang terasa sepi..
selagi keluarga lain bersiap diri berangkat piknik
aku kembali menarik nafas panjang yang sungguh ringan dan membuat lega
karena siang nanti ada keluarga terhormat terkenal yang khusus mengundang
pada acara mereka yang sangat pribadi dengan tamu terbatas..
dan aku termasuk dalam daftar mereka…
nikmat apa lagi yang tidak aku syukuri?
ada kedekatan tertentu yang mereka berikan untukku,
rasa hormat, menghargai serta masih menginginkan kehadiranku…
malam nanti pun begitu pula…
sebuah pesta akan digelar dengan ribuan tamu
si pengundang dari kedua belah pihak bolak balik mengirim pesan melalui telefon genggam..
awas saja kalau kamu tidak datang yaaa..
kata-kata ancaman hangat yang membahagiakan, pertanda hubungan begitu erat dan penuh cinta
ya,
hidup ini memang harus senantiasa dipenuhi cinta
sebab segalanya menjadi amat sangat indah kalau kita memiliki rasa bergelora
terlebih cinta kepada Ilahi..
yang berulang kali memberikan segunung sedunia selangit berjuta-juta kenikmatan
bagiku,
bagimu teman,
yang kadang kita kurang menyadarinya..

maka,
mulailah di hari Minggu ini..
kita benar-benar mensyukuri nikmat sepanjang detik
sejauh nafas kita berhembus…
bahwa segala kekurangan, rasa kecewa dan amarah sering muncul di sana-sini kadang ada
semua bisa dianggap kerikil ketimbang sebongkah batu besar yang berisi kenikmatan Tuhan ..
yang berulangkali kita syukuri….
berulangkali..
selalu,
berulang-ulang…
sepanjang hidup ini….

/lym 16/05/2010
From : Linda Djalil - Kompasiana

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.