Wednesday, May 5, 2010

Dosa & Pahala bisa juga berlapis kayak Kueh Lapis


Sahabatku yg dirakhmati Allah Ta'Ala,
Bukan saja ada kue lapis yg manis dan legit tapi juga ada "Dosa yg berlapis" maupun "Pahala yg berlapis" akibat lisan dan perbuatan kita... Masa sich..?? Yuukss.. kita coba bahas di catatan sederhana ini :

Sang Istri ngambek gara2 suaminya telat pulang ke rumah. Biasanya sampai jam 7 malam tapi sudah jam 11 malam belum juga pulang dan tidak ada kabar beritanya. Telpon selularnya mati, sms gak dibalas2 juga, antara kesal dan khawatir bercampur jadi satu. Padahal telah seharian sibuk dengan urusan anak dan rumah, namun masih juga jadi “satpam” jagain pintu, menunggu suami tercinta pulang. Eeh.. sampai di rumah, boro-boro minta maaf, langsung aja ngeloyor masuk, mengabaikan sang Istri. Ketika ditanya baik2 sang suami dengan nada setengah hati bilang “Iya deh… maaf.. maaf.. tadi ada meeting penting, jadi telponnya dimatikan”. Akhirnya malam itu pun tidur beradu punggung. Keesokan paginya segala prasangka menggelayut di benak sang istri. Sadarkah sang suami jika Ia telah berbuat dua kesalahan sekaligus pada istrinya…? Pertama dia lupa meminta maaf pada orang yg telah setia menantinya di rumah dan yg kedua Ia telah membuat istrinya melakukan dosa. Iya betul, Ia telah membuat istrinya “berprasangka”. Padahal jelas2 Allah Ta’Ala berfirman :

“ Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa” (Al-Hujuraat ayat 12)

Jika sang suami membuat istrinya melakukan dosa (dengan berprasangka), bukankah itu sama artinya suaminya juga ikut berdosa…?


Sahabatku yg dirakhmati Allah Ta’Ala,
Hal diatas bisa terjadi tidak hanya pada pasangan suami istri namun juga pada teman sekerja maupun tetangga dan orang-orang disekitar kita. Sebenarnya tanpa kita sadari tiap sebab ucapan dan perbuatan kita tidak hanya mengandung satu akibat, namun bisa (ada) banyak akibat dalamnya. Baik itu tindakan baik yg mengundang pahala maupun tindakan buruk yg mengundang dosa.


Saya akan memberikan contoh untuk satu sebab perbuatan baik yg bisa mengandung banyak akibat kebaikan pula.

Seorang suami yg dengan tulus dan ikhlas menafkahi istrinya. Perbuatan baik sang suami selain dinilai sebagai pahala di sisi Allah Ta'Ala juga membuat istri makin mencintai dirinya dan patuh pada suaminya. Mencintai dan patuh pada suami adalah perbuatan yg berpahala bagi sang istri namun sang suami pun mendapatkan pahala yg dobel, mengapa..? bukankah membuat istri melakukan kebaikan (dengan makin mencintai dan patuh pd suaminya) juga mengakibatkan sang suami mendapatkan pahala pula...?


Sahabatku, memang sangat benar jika melakukan semua amal perbuatan dan ibadah jangan berfikir berapa banyak pahala yg akan didapatkan, sebagimana yg telah saya singgung dalam notes terdahulu, bahwa itu sama saja kita seperti orang upahan yg sangat payah.


Jadi untuk perbuatan baik yg mengandung “pahala yg berlapis” janganlah diingat dan dihitung-hitung, namun untuk perbuatan buruk yg mampu mengandung “dosa yg berlapis” lah yg harus kita waspadai. Jangan sampai timbangan dosa2 kita makin berat sedangkan kita tidaklah menyadarinya.


Sahabatku, janganlah meremehkan dosa2 kecil, karena tidak lagi disebut dosa kecil jika sudah seringkali dilakukan. Takutlah akan dosa... sungguh adzab Allah Ta'Ala sangat pedih dan berat.


Semoga catatan sederhana ini mampu menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar makin berhati-hati menjaga lisan dan perbuatan . InsyaAllah…


NB : Istilah dosa dan pahala "berlapis" ini hanya lah perumpamaan saya saja, mohon tidak dijadikan pro dan kontra. Tiada maksud lain hanya ingin menyerukan pada kebaikan agar kita selalu waspada terhadap dosa2 yg tanpa kita sadari telah kita lakukan.


Wassalam,
Cibubur 4 Mei 2010


RINA SYARIF,
Yg lemah dan miskin ilmu.

Note : foto Ilustrasi bersumber dari Google.


/lym 04/05/2010
From : Rina Syarif Facebook

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.