Thursday, May 6, 2010

Bersyukur dalam Penderitaan


Menolong seseorang, yang kelaparan di jalanan, dengan memberinya sepiring nasi, segelas air, atau sekerat roti, tidaklah sulit. Namun, bagaimana menolong orang yang tertutup, yang merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, takut, atau mereka yang telah diusir dari masyarakat (atau katakanlah semacam kemiskinan spiritual)? Tentulah jauh lebih sulit untuk diatasi. Sekali pun mereka yang secara material miskin, selalu merupakan orang yang sangat luar biasa.

Suatu ketika, Tokoh Kita bersama teman-temannya, mendapati empat orang gelandangan dari jalanan, salah satu dari mereka berada dalam kondisi yang paling mengerikan. Tokoh Kita mengatakan pada temannya, "Jaga ketiga lainnya. Aku akan mengurus orang yang terlihat paling menderita ini,..."

Apa yang bisa Tokoh Kita lakukan, ialah melakukannya dengan cinta. Ia kemudian membawa gelandangan terparah itu ke balai-balai. Wajah gelandangan itu, begitu damai, seolah seperti tersenyum. Gelandangan itu memegang tangan Tokoh Kita, dan katanya, hanya satu kata: "Terima kasih"

Lantas, sang gelandangan meninggal.

Tokoh Kita tentu saja hanya terpaku, "Apa yang akan saya katakan, jika saya berada di tempatnya?" Betapa ia melihat sang gelandangan tadi tidak meminta, namun memberikan. Dengan wajah senyum, ia berkata terima kasih, dan kemudian meninggal. Meninggal dalam senyum.

Ah, orang semacam itu, kata hati Tokoh Kita, mungkin akan berkata, "Aku telah hidup seperti hewan di jalan, tapi aku akan mati sebagai malaikat, dicintai dan diperhatikan,... Bukankah setelah aku telah dibersihkan dari semua kotor jalanan, dihapuskan dari semua cacing dari tubuh, kuakan dengan senyum besar berkata, terima kasih, aku akan pulang kepada Allah,..."

Sungguh senang melihat kebesaran orang yang bisa berbicara seperti itu, tanpa menyalahkan siapa pun. Tanpa membandingkan pada apa-apa pun. Seperti malaikat, ini adalah kebesaran orang-orang yang kaya secara rohani, bahkan ketika mereka miskin secara material.


/lym 05/05/2010
From : Sunardian Wirodono Facebook

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.