Sunday, May 30, 2010

Beautiful Present For Allah


Dear Sahabat,

Setelah saya mendapatkan kado yang akan saya berikan kepada seorang teman, dengan waktu yang khusus yang saya sediakan untuk mengitari etalase mall yang panjang itu, kini saya menatapi kado ini. Kenapa saya sampai melakukan ini ? Karena dia istimewa, sehingga kalau memang memungkinkan saya ingin membalas dengan yang terbaik juga. Itu alasan yang saya berikan.

Demikiankah perilaku saya kepada yang Maha Istimewa ? Malu saya menjawabnya.

Astaghfirullahalazim. Mohon Ampunan-Mu Ya Rahman. Karena sering saya menyediakan seadanya waktu saya untuk bersujud kepada Yang Maha Istimewa, Sang Pencipta saya. Terpepet-pepet, terlari-lari, terburu-buru waktu shalat, terkalahkan oleh waktu menyelesaikan pekerjaan; terkalahkan oleh waktu meeting saya; terkalahkan oleh waktu "rumpi-an" saya dengan teman-teman, kemudian setelah terpepet-pepet masih juga diberi tambahan saya sering tidak kusyu kepada-Nya, teringat-ingat pada waktu shalat kewajiban-kewajiban saya seperti bagaimana keadaan ibu saya di rumah karena usia lanjut, yang hanya dijaga oleh orang lain; teringat anak saya; teringat remah-remah yang lain-lainnya yang tidak lebih penting dari Dia yang Maha Penting.

Belum lagi sedekah saya yang hanya dan hanya dilakukan ala kadarnya, itupun kalau diminta; demikian dengan shaum, kadang saya hanya sebatas memenuhi yang diwajibkan; shaum sunah-pun sering terkendala" ini-lah itu-lah", belum lagi amalan-amalan lain saya pun mungkin sadar atau tidak sadar terselip ria tanpa keikhlasan.

Mana beautiful present dari saya untuk Allah Sang Maha Pemberi ? Padahal kado terindah itu tidak perlu lagi saya mencarinya di mall atau ke tempat lain yang jaraknya demikian jauh dengan jarak rumah saya. Semua sudah tersedia didekat saya.

Mengapa saya tidak berjuang mencarinya dalam surat-surat cinta-Nya seperti saya mengitari etalase mall untuk mencari kado untuk teman saya itu ; mengapa saya malas membaca surat cinta-Nya ? sedangkan saya rajin sekali menyediakan waktu membaca tulisan-tulisan/status-status sahabat saya di facebook, kompasiana dan sejenisnya; mengapa harus menunggu saya dalam keadaan "tiarap" karena sakit saya, saya baru membaca surat-surat cinta-Nya ?

Mengapa syukur saya masih sedikit ketimbang nikmat yang diberikan oleh yang Maha Memberi yang tak terhitung bila harus di jumlah ? Mengapa syukur saya hanya di bibir ? Mengapa saya masih sering bertanya Why me God ?

Betapa saya belum bisa memberikan kado terindah atas semua pemberian dari-Nya. Padahal Dia selalu memberi yang terindah untuk saya, dengan keikhlasan-Nya kapanpun; tidak pernah menunggu saya harus ulang tahun terlebih dahulu atau harus menunggu ketika tiba hari Kasih Sayang buatan manusia.

Saya setiap hari menerima kasih-Nya, sebuah Cahaya untuk Kegelapan. Sebuah Rencana untuk Hari Esok Sebuah Jalan Keluar untuk Masalah Sebuah Kebahagiaan untuk Kesedihan. Dia bahkan selalu mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Dia selalu menyediakan waktunya, kapan saja saya ingin bicara, tak perlu menghubungi seorang sekretaris untuk membuat appointment.Setiap saat saya ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia memilih untuk berdiam di hati saya.

Ya Rabbi, ampuni seluruh dosa-dosaku yang saya sebutkan dan saya akui tadi ; demikian dengan dosa-dosa yang tidak saya ketahui.Tertatih kami merengkuh cahaya-Mu. Mudahkan kami menyempurnakan ketaatan pada-Mu.Jadikanlah kekuatanku pada ketaatan-Mu dan keenggananku pada semua yang mengundang kepedihan siksa-Mu. Sungguh Engkau Pemberi Karunia kepada orang yang Engkau kehendaki.

Kami memohon kepada-Mu rahmat disisi-Mu, yang dengannya hati kami mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diri kami dan bertambah baik urusan agama kami, terpelihara segala sesuatu yang jauh dari kami dan terangkat apa yang dekat dengan kami, disucikan segala perbuatan kami dan dicerahkan wajah kami, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diri kami dari segala sesuatu yang buruk. Amin Ya Allah


/lym 29/05/2010

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu;
dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu;
yang memberatkan punggungmu ?
Dan kami tinggalkan bagimu sebutan (nama)mu;
QS 94 : 1-4

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.