Sunday, April 18, 2010

Manusia diantara dua tangisan


Air mata adakalanya penyubur hati, penawar duka.
Adakalanya buih kekecewaan yang menghimpit perasaan dan kehidupan ini.
Air mata seorang manusia hanyalah umpama air kotor diperlimpahan. Namun setetes
air mata kerana takut kepada ALLAH persis permata indahnya gemerlapan
terpancar dari segala arah dan penjuru.
Penghuni Syurga ialah mereka yang banyak mencucurkan air mata Demi ALLAH dan Rasulnya bukan semata karena harta dan kedudukan.

Pencinta dunia menangis karena dunia yang hilang.
Perindu akhirat menangis karena dunia yang datang.

Alangkah sempitnya kuburku, keluh seorang batil,
Alangkah sedikitnya hartaku, kesal si hartawan (pemuja dunia).

Dari mata yang mengintai setiap kemewahan yang mulus penuh rakus, mengalirlah air kecewa kegagalan. Dari mata yang redup merenung Hari Akhirat yang dirasakan dekat,
mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan, serta rindu akan RasulNya.

"Penghuni Syurga itulah orang-orang yang menang." (al- Hasr: 20)

Tangis adalah basahan hidup,justru:Hidup dimulakan
dengan tangis, Dicela oleh tangis dan diakhiri dengan tangis.Manusia
sentiasa dalam dua tangisan.

Sabda Rasulullah s.a.w.
"Ada dua titisan yang ALLAH cintai, pertama titisan darah para Syuhada
dan titisan air mata yang jatuh kerana takutkan ALLAH."

Nabi Muhammad bersabda lagi :
"Tangisan seorang pendosa lebih ALLAH cintai daripada
tasbih para wali."

Oleh itu berhati-hatilah dalam tangisan,kerana ada tangisan yang akan mengakibatkan diri menangis lebih lama dan ada tangisan yang membawa bahagia untuk selama-lamanya. Seorang pendosa yang menangis kerana dosa adalah lebih baik daripada Abid yang berangan-angan
tentang Syurga mana kelak ia akan bertakhta.

Nabi bersabda :
"Kejahatan yang diiringi oleh rasa sedih, lebih ALLAH
sukai dari satu kebaikan yang menimbulkan rasa takbur."

Ketawa yang berlebihan tanda lalai dan kejahilan.
Ketawa seorang ulamak dunia hilang ilmu, hilang wibawanya. Ketawa seorang
jahil, semakin keras hati dan perasaannya.

Nabi Muhammad bersabda :
"Jika kamu tahu apa yang aku tahu nescaya kamu banyak
menangis dan sedikit ketawa."

Seorang Hukama pernah bersyair :
"Aku heran dan terperanjat,melihat orang ketawa karena
perkara-perkara yang akan menyusahkan,lebih banyak daripada perkara yang
menyenangkan."

Salafussoleh menangis walaupun banyak beramal,takut-takut tidak
Diterima ibadatnya, kita ketawa walaupun sadar diri kosong daripada amalan.

Lupakah kita

Nabi pernah bersabda :
"Siapa yang berbuat dosa dalam ketawa, akan dicampakkan ke neraka dalam
keadaan menangis."

Kita gembira jika apa yang kita idamkan tercapai. Kita menangis kalau Yang kita cita-citakan terabai. Nikmat disambut ria, kedukaan menjemput duka.

Namun,Allah s.a.w. telah berfirman :
" Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan
boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,pada hal ianya amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (AL BAQARAH : 216)

Bukankah Nabi pernah bersabda:
"Neraka dipagari nikmat, syurga dipagari bala."

Menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari. Kerana engkau belum tahu, nasibmu dihizab kanan atau hizab kiri.Di sana, lembaran sejarahmu dibuka satu persatu, menyemarakkan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rasulullah yang dikasihi Tuhan. Kenangilah, sungai-sungai yang mengalir itu banjiran air mata Nabi Adam yang
menangis bertaubat, maka suburlah dan sejahteralah bumi kerana terangkatnya
taubat. Menangislah seperti Saidina Umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata:

"Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orangitu."

Menangislah sebagaimana Ummu Sulaim apabila ditanya :
"Kenapa engkau menangis?"
"Aku tidak mempunyai anak lagi untuk saya kirimkan ke
medan Perang," jawabnya.

Menangislah sebagaimana Ghazwan yang tidak sengaja
terpandang wanita rupawan. Diharamkan matanya dari memandang ke langit
seumur hidup,lalu berkata :
"Sesungguhnya engkau mencari kesusahan dengan pandangan itu."

Ibnu Masud r.a.berkata :
"Seorang yang mengerti Al-Quran dikenali waktu malam
ketika orang lain tidur,dan waktu siangnya ketika orang lain tidak berpuasa, sedihnya
ketika orang lain sedang gembira dan tangisnya di waktu orang lain tertawa.
Diamnya di waktu orang lain berbicara, khusuknya di waktu orang lain
berbangga, seharusnya orang yang mengerti Al Quran itu
tenang,lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras, kejam, lalai,
bersuara keras dan marah.

Tanyailah orang-orang soleh mengapa dia tidak berhibur :
"Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di
belakang kami, kubur di hadapan kami, kiamat itu janjian kami, neraka itu
memburu kami dan perhentian kami ialah ALLAH."

Menangislah di sini, sebelum menangis di sana!!!.............


/lym 10/03/2010@03.14 am wita-dewata

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.