Wednesday, April 21, 2010

KU SEBUT DIA, KARTINI DI RUMAHKU


Dia sederhana bahkan bisa dibilang udik sekali, dia bukan wanita modern yang tau mall atau pusat perbelanjaan modern lainnya, yang dia tau hanya pasar tradisional, dia bukan wanita yang up to date akan fashion dan dunia elektronik, dan juga bukan wanita yang melek iptek. Yang dia tau kesederhanaan di sehari-hari nya.

Tinggal dikampung yang sebenarnya kian hari kian menyerupai perkampungan yg tidak layak huni lagi. Namun dia cinta sekali dengan kampung itu, karna sudah ber-ratus kali diajak pindah tetap keukeh tinggal disana.

Dia wanita kuat, yang bukan hanya kuat secara fisik (karena sampai sekarang di usia senja masih saja kuat ber-tani) tetapi juga teguh hati nya.

Dia berjuang untuk anak-anaknya yang terbilang banyak (bisa untuk team kesebelasan, barang kali termasuk sangat banyak malah).

Dia tidak perduli kulitnya menjadi gosong terpapar sinar matahari kala mengerjakan sawahnya, demi hasil panen untuk menyekolahkan anak-anaknya, karena cita-citanya tinggi agar anak-anaknya tidak sama susahnya karena kemiskinan. Bermandi keringat pun dia tidak keberatan asal bisa membayar uang sekolah anak-anaknya.

Dia wanita tegar dan kuat yang tetap setia mendampingi suaminya yang semakin renta, wanita kuat yang tetap lembut menasehati anak-anaknya yang sekarang jauh (secara fisik) dari nya. Tanpa mengeluh walaupun sebenarnya dia merasa letih, yang tetap berusaha tegar ditengah badai kehidupan dan berusaha tersenyum mengayomi anak-anaknya. Dia wanita hebat yang mempersiapkan anak-anaknya menjadi orang-orang yang kuat dan sederhana juga dalam menjalani hidup. Dari dia banyak ku dapatkan filsafat kehidupan yang tidak ku dapatkan dari pendidikan akademis.

Dialah ibu-ku, yang untuk kali ini (jika tidak berlebihan) kusebut dia “Kartini di Rumahku”.

Karena dia adalah “My Hero” yang semenjak aku masih dikandungannya dia telah berjuang buatku. Aku yakin ibu, semua yang telah kau lakukan buat kami akan berbuah manis, dan sepenggal doa dari mu selalu kami butuhkan untuk mencapai cita-cita kami, untuk membahagiakanmu.

Terima kasih ibu, telah menjadi Kartini bagi kami.

/lym 20/04/2010
From : Kompasiana

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.