Thursday, April 1, 2010

The Time Alone With You


Sudah sekian lamanya tak lagi menulis sebuah catatan ... pagi ini setelah membaca dua catatan dari sahabat-sahabatku “Jembatan Biru" dan "Wahai Jiwa Yang Tenang" tergerak jari ini meluncurkan sebuah catatan di pagi ini. Menulis pagi ini terasa berbeda.. mungkin karena ..udara di skitar rumah semilir sejuk ..angin masuk dari ruas jendela...tirai berayun sayup..karena hujan yang dicurahkan Allah SWT semalam; didramatisasi dengan hati yang sedang rindu kepada yang jauh dan lamat-lamat terdengar ... lagu When I fall in Love yang dilantunkan Frank Sinatra dari lap top ini beriringan dengan suara nan indah dari sebuah mesjid mengumandangkan asma-Mu...

Ya Rabbi...begitu banyak peluang yang Engkau berikan kepadaku, Nikmat Sehat yang hingga pagi ini kuperoleh ... ampuni aku ketika aku sering mengandalkan seseorang lain selain Engkau untuk menjadi kekuatanku. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya kesehatan yang telah Engkau berikan kepadaku.

Tak pelak cintaku kepada-Mu di atas cinta-cintaku kepada orang-orang yang aku kasihi.. semoga aku mengasihi orang-orang yang memuliakan Engkau karena aku telah menerima Cinta-Mu ..sebuah Cinta ... Cinta yang luar biasa yang Allah dan Rasulullah tunjukan, untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk, karenanya.

Engkau mungkin terheran dari tempat-Mu melihat aku yang berbulan-bulan ini mencari-cari surah-surahMu yang kemilau indah itu...terus mencari makna-makna cinta-Mu kepadaku...Subhanallah Cinta-Mu yang agung ...Cinta-Mu yang tak berpamrih..membuatku tercekat. Inikah hidayah-Mu untuk-ku? Semoga Engkau selalu menaungi aku dengan cinta-Mu ...cinta yang menyelamatkanku. Cinta yang menerbangkan-ku ke surga-Mu, Insya Allah.

Cinta-cinta-Mu yang mulia kepadaku :

Cinta yang memberikan cahaya
“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah. Sahabat bertanya :
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rasulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud)

Cinta yang menggugurkan dosa
“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)

Cinta yang memberikan keteduhan
“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)

Cinta yang berbalas cinta
“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)

Karena cinta, dicintai-Nya
“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)

Tiga cinta yang manis
Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim).

Ya Rabb ...
Bimbinglah aku mensyukuri segala nikmat-Mu, yang memungkinkan aku mencapai rida-Mu. Bantulah aku menaati-Mu dan melazimkan ibadah kepada-Mu, memastikan ganjaran-Mu dengan karunia dan pertolongan-Mu, Tuntunlah aku kepada apa yang bermanfaat bagiku selama Engkau menghidupkan aku. Dengan kitab-Mu legakan dadaku. Dengan bacaan-nya, ringankan bebanku. Karuniakan padaku keselamatan agama dan diriku. Sempurnakan kebaikan-Mu padaku pada seluruh sisa umurku, seperti Engkau telah berbuat baik pada umurku yang telah lalu. Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi.

Kami memohon kepada-Mu rahmat disisi-Mu, yang dengannya hati kami mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diri kami dan bertambah baik urusan agama kami, terpelihara segala sesuatu yang jauh dari kami dan terangkat apa yang dekat dengan kami, disucikan segala perbuatan kami dan dicerahkan wajah kami, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diri kami dari segala sesuatu yang jelek.

Ya Allah,
jadikanlah kami bagian dari Hamba-hambaMu yang selalu bersyukur, taat padaMu...

'subhanallah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar'


/lym 28/03/2010@08.30am

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.