Thursday, March 25, 2010

Terima Kasih Sahabat


Pekerjaan pertama ( dan sangat menyenangkan ) yang aku lakukan setiap pagi adalah membaca email, status-status sahabat di fb. Email dan status-status di fb dari sahabat-sahabat selalu menjadi prioritas pertama yang wajib dibaca terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Aku selalu berbunga-bunga, tertawa lebar, tak jarang terharu sampai berkaca-kaca, terus menangis tersedu-sedu ( kalo sudah sedih banget hiks hiks hiks ), membaca apa saja yang sahabat-sahabatku ceritakan. Begitu lekatnya celotehan sahabat-sahabatku melalui email dan facebook dalam kehidupanku.

Pekerjaan kedua adalah perjalanan dari rumah menuju kantor. Begitu banyak hal-hal kecil yang terlewatkan olehku. Begitu rupa macam tingkah polah orang-orang di pagi hari. Dan semua itu memberikan inspirasi yang mampu menggerakkan hati untuk bisa melihat sisi cerah dari hari yang tersulit sekalipun.

Banyak pelajaran dari kehidupan yang aku lalui setiap hari dari hal-hal kecil yang terkadang dianggap sepele. Dari celotehan sahabat-sahabatku aku belajar untuk dapat berempati bila mereka bersedih, bila sahabat-sahabatku marah-marah aku belajar untuk sabar, dari sahabar-sahabatku yang cerewet aku belajar untuk diam. Begitu banyak guru-guru yang dapat aku pelajari setiap hari, setiap jam dan setiap detik. Kahlil Gibran, dengan indah menulis : “Aku belajar diam dari yang cerewet, toleransi dan yang tidak toleran dan kebaikan dari yang jahat. Namun anehnya aku tidak pernah merasa berterima kasih kepada guru-guruku ini”.

Aku belajar mendengarkan dari sahabatku yang cerewet, belajar bersikap fleksibel dari sahabatku yang kaku, belajar kejujuran dari yang pembohong, belajar kesetiaan, belajar sabar dan tegar dari sahabatku yang sakit.

Aku menemukan begitu banyak pelajaran berharga dalam hidupku dari guru-guruku, dari celotehan, email curahan hati, atau curhat lewat sms atau telpon, orang-orang yang aku temui setiap hari di kantor, dalam perjalanan menuju kantor dan banyak lagi. Semua itu membuatku telah belajar sesuatu dan membuat jiwaku untuk menjadi lebih bijak.

Jadikan setiap orang menjadi guru, setiap tempat menjadi sekolah dan setiap jam adalah jam pelajaran ~ Gobin Vashdev

Hidup memang harus dinikmati dan disyukuri setiap detiknya dan terima kasih buat sahabat-sahabatku.


/lym 08/02/2010
Sumber :
http://umum.kompasiana.com/2010/01/09/notes-09-januari-2010-terima-kasih-sahabat/

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.