Tuesday, January 12, 2010

Menjadi Spesial


Aktualisasi diri adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan setiap individu manusia. Karena manusia adalah makhluk yang terus mencari jati dirinya, maka perlu ada semacam penampakan ‘diri’. Aku, kamu dan mereka adalah manusia-manusia yang hanya dikenal sepintas oleh orang lain. Maka jangan heran jika ada orang yang akan mengatakan bahwa keberadaanmu seperti ketiadaanmu.

Manusia perlu menampakkan keberadaannya di dunia ini untuk diakui oleh orang lain. Maka jalan yang paling tepat minimal menurut penulis adalah dengan menjadi spesial. Ya, manusia sangatlah banyak, maka harus ada sesuatu yang spesial dari setiap individu untuk membedakannya dari individu yang lain.

Tentunya banyak cara untuk menjadi spesial, salah satunya adalah dengan ‘berbeda’ dengan orang lain. Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa jika Anda berbeda maka anda akan dapat diketahui. Seperti jika kita memelihara domba-domba berwarna putih, maka jika ada salah satu domba yang berwarna hitam diantara warna putih tersebut, maka dengan cepatnya kita akan memperhatikan domba yang berbeda tersebut.

Namun jalan ini sangatlah riskan dan banyak tantangan. Tentunya dengan menjadi berbeda dengan kebanyakan orang akan mengundang pro dan kontra. Orang-orang yang paham dan mengerti bahwa dunia ini penuh dengan perbedaan-perbedaan akan menerima ‘keanehan’ tersebut dengan fikiran terbuka. Namun berbeda dengan orang-orang yang dalam hidupnya hanya mengenal satu warna saja, maka bisa jadi kekerasan fikiran, lisan atau bahkan fisik akan menjadi balasan dari ‘keanehan’ tersebut.

Tentunya untuk menjadi spesial tidak hanya melalui jalan diatas. Banyak jalan menuju Roma. Jika Anda sempat menonton film kung fu panda dan mendalami pesan yang hendak disampaikan oleh film tersebut maka minimal Anda akan berkesimpulan seperti apa yang saya simpulkan yaitu bahwa untuk menjadi spesial itu sangatlah gampang, karena menjadi spesial adalah menjadi diri sendiri. Menjadi spesial bukan karena orang menganggap kita spesial, namun menjadi spesial karena kita menganggap kita adalah individu yang spesial.

Semua yang ada di diri masing-masing manusia adalah spesial. Tangan yang saya miliki bukanlah tangan yang Anda miliki, begitu juga organ tubuh lainnya. Menjadi spesial dengan menjadi diri sendiri adalah dengan cara mengoptimalkan potensi diri sendiri. Tangan saya yang hanya berjumlah dua ini tentunya memiliki kekhususan yang tidak dimiliki tangan yang orang lain punya.

Tangan yang saya miliki adalah tangan seorang penulis yang setiap harinya harus menulis beberapa paragraf, maka dengan tangan itu saya sudah menjadi spesial dari orang yang tangannya setiap hari menjadi tukang bangunan misalnya. Saya menjadi spesial karena dengan tangan yang saya miliki ini saya mampu memproduksi sesuatu yang tentunya berbeda dengan apa yang diproduksi oleh tangan orang lain.

Maka tentunya dengan menjadi spesial orang lain tidak akan meremehkan kita dan menganggap kita ‘tidak ada’ atau ‘mudah ditiadakan’, karena kita adalah individu-individu spesial yang sudah mampu untuk mengaktualisasikan diri sehingga selalu berjalan selangkah lebih maju dari kebanyakan orang…

/lym 12/01/2010
Sumber :
http://umum.kompasiana.com/2009/11/29/menjadi-spesial/