Friday, January 1, 2010

Marah, Cinta dan Bahasa Hati


Apa sebenarnya penyebab dari suatu kemarahan ?, begitu dasyatnya kalau dia datang, bisa membuat hati kita mau meledak, panas, jantung berdegup kencang, nafas menjadi sesak dan lain sebagainya.

Sebagian masyarakat kadang mengidentikkan kemarahan ini dengan Emosi, apa benar setiap emosi pasti sama dengan marah ?, jawabannya adalah bagaimana saat anda diberi kebahagiaan yg sangat sehingga anda terharu hingga menangis ?, apakah ini juga termasuk proses dari emosi yang tidak sama dengan kemarahan ?, jadi kesimpulannya kemarahan adalah bagian dari emosi, dan emosi ini banyak sekali, bisa berbentuk keharuan, kesedihan, kegembiraan, kecintaan, kebencian, kekecewaan, kekesalan dan masih banyak lagi.

Tapi sesungguhnya emosi ini merupakan suatu kecerdasan yg diberikan Tuhan yg mempunyai kekuatan yg dahsyat, kalau dalam istilah psikologinya kecerdasan emosi, bahkan menurut literatur kesuksesan seseorang 80 % ditentukan oleh kecerdasan emosi ini, sisanya ditunjang oleh kecerdasan intelektual.
Jadi kita sudah tahu apa penyebab dari kemarahan ini, yaitu kemampuan kita dalam mengolah emosi, bila kita bisa mengendalikannya pasti kemarahan beranjak pergi, tapi sebaliknya bila kita tidak dapat mengelolanya dg baik, maka kemarahan yg bekerja menguasai diri kita, lalu pertanyaannya bagaimana kita mengendalikan emosi ini ?

Banyak para ahli Psikologi meramu untuk mencari cara agar kita bisa mengendalikan emosi ini.
Tapi sebelum di sampaikan apa ramuan itu, maka akan sedikit disampaikan illustrasi tentang hubungan marah, cinta dan bahasa hati.

Seperti kita ketahui bila kita marah kepada seseorang, sadarkah kita kadang menggunakan suara yg sangat keras entah itu makian, cacian, sumpah serapah dan lain lain, semakin marah semakin keras suara kita, tahu kenapa suara kita semakin keras ?, jawabnya karena hati kita letaknya berjauhan dengan hati orang yg kita marahi, ya semakin jauh jarak dua hati ini semakin keras dan tinggi intensitas suara kita dalam menjabarkan kemarahan ini, tapi coba simak kejadian ini, saat bila kita sangat mencintai dan mengasihi seseorang, suara yg kita gunakan halus, lembut bahkan saking halus dan lembutnya nyaris suara ini tidak terdengar, karena apa ?, ya karena jarak hati kita dg hati orang yg kita cintai dan kita kasihi ini begitu dekat, maka suara yg keluarpun begitu halus dan lembut, bahkan saking dekatnya jarak dua hati ini, suarapun bisa hilang sama sekali gaungnya, hanya dengan tatapan mata dan sentuhan tangan, kedua hati ini bisa berbicara dg sendirinya dan dahsyatnya kedua hati ini bisa mengerti maksud yg disampaikannya tanpa melalui suara yg keras.

Inilah cerminan nyata dalam hidup kita yg berkaitan dg kemarahan.
Dari illustrasi diatas sudah dapat kita ramu cara kita mengendalikan emosi ini, pointnya adalah :

1. Cari apa yg menjadi penyebab mencetuskan kemarahan kita, misalnya kekecewaan, kekesalan, penghianatan,dan lain lain.

2. Jangan kita fokus pada penyebab pencetus kemarahan itu, makin kita fokus maka makin subur kemarahan itu.

3. Gunakan pendekatan cinta dalam bahasa hati, karena kekuatan cinta ini bisa menumbuhkan energi kasih yg bisa mengolah emosi berupa kemarahan menjadi kesabaran.

4. Segera ingat kepada Tuhan dg segera memohon ampun, karena Tuhan tidak pernah menghadiahi kesabaran itu, tapi kesabaran itu harus dipelajari.

5. Memaafkan, ya memaafkan adalah salah satu anak kunci yg sangat efektif untuk mengatasi kemarahan.

6. Menghindar dan mengalah, ini merupakan strategi yg sangat efektif dalam mengalahkan kemarahan, ingat menghindar bukan arti kita pengecut dan mengalah bukan arti kita kalah, tapi dibalik dua strategi ini akan kita raih kemenangan yg gemilang.

7. Diam, ya diam artinya tidak berkata kata dan bersuara, bukankah makin kita mengeraskan suara maka kemarahan makin merajalela ?

8. Tabah, ya dengan mengedepankan ketabahan maka kita bisa mengelola penyebab kemarahan kita dengan sangat indah, tabah bukan arti menyerah, tapi menerima dg baik dihati kita.

9. Ikhlas, ya dengan keikhlasan maka hati kita dipenuhi oleh kekuatan Tuhan maka dengan sendirinya tidak ada lagi ruang buat marah dihati kita.

10. Do’a dan pengampunan, ya dengan do’a kita memohon pengampunan pada Tuhan atas penguasaan amarah di hati kita, karena bila kekuatan Tuhan yg bekerja didalam hati dan kehidupan kita, maka amarah milik syetan pasti akan lari ketakutan.

/lym 01/01/2010
Sumber : ditulis oleh Dr. Anugra Martyanto
http://sosbud.kompasiana.com
From Your Email

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.