Monday, December 21, 2009

Semangat Bertahan Hidup


SETENGAH ABAD BEE GEES
Semangat Bertahan Hidup


The New York Times dalam editorial 28 November lalu mengingatkan, Bee Gees, yang berusia setengah abad tahun ini, tetap nomor satu yang tak terkalahkan di dunia pop. Putarlah lagu-lagu mereka sambil menyetir atau menjelang tidur dan Anda akan selalu merasa Stayin’ Alive alias tetap semangat bertahan hidup.

Tajuk rencana itu berlanjut dengan kombinasi lirik tiga nomor Bee Gees, ”How Can You Mend A Broken Heart”, ”Stayin’ Alive”, dan ”You Should Be Dancing”. ”And how can you stop the rain from falling down? How can you stop the sun from shining? What makes the world go round? Ah, ah, ah, ah, stayin’ alive. We’ll rely on each other, uh-huh. You should be dancin’, yeah”.

Dalam rangka HUT setengah abad bulan lalu, Bee Gees yang kini terdiri dari Barry Alan Crompton Gibb dan Robin Hugh Gibb (Maurice Ernest Gibb tutup usia 12 Januari 2003) merilis album anyar, The Ultimate Bee Gees, yang terdiri dari 2 CD dan 1 DVD. Setelah itu, mereka juga merilis Bee Gees Mythology yang terdiri dari 4 CD (81 lagu), buku, lagu yang belum pernah dirilis, dan karya Andy Gibb—si bungsu yang meninggal 1988.

Meski sempat mengumumkan bubar setelah Maurice meninggal dunia, Barry dan Robin berubah haluan ingin lanjut. ”Kami hanya tertarik pada musik. Kami punya ide-ide yang akan terealisasi. Kami tak boleh membuang peluang, kami siap,” kata Barry. Setelah rekaman dikerjakan, Bee Gees melancarkan tur ke Australia tahun depan.

Tanggal 15 Februari 1979, Barry, Robin, dan Maurice menerima lima anugerah Grammy. Prestasi fenomenal itu dicatat melalui film Saturday Night Fever (1977). Mereka merebut anugerah kategori Album Terbaik yang berjudul sama dengan film yang dibintangi John Travolta itu.

Mereka merebut juga gelar teratas kategori Penampilan Vokal Pop Terbaik oleh Duet atau Grup lewat ”Night Fever”. Anugerah ketiga untuk kategori Aransemen Suara Terbaik lewat ”Stayin’ Alive”, anugerah keempat Penampilan Vokal Pop Terbaik oleh Kelompok melalui ”How Deep is Your Love”, dan terakhir Produser Terbaik untuk album Saturday Night Fever.

Berkat album itu Bee Gees satu-satunya band yang lima karyanya bercokol di Top Ten Hits dalam waktu bersamaan. Tiga dinyanyikan Bee Gees (”How Deep is Your Love”, ”Stayin’ Alive”, dan ”Night Fever”) dan dua dibawakan artis lain, ”If I Can’t Have You” (Yvonne Elliman) serta ”More Than A Woman” (Tavares).

Kisah Bee Gees diwarnai lika-liku kebangkitan sekaligus keruntuhan band yang memengaruhi sejarah musik modern. Mereka sudah bernyanyi ketika suara Robin dan Maurice belum ”pecah” menjadi akil balig akhir 1949. Mereka jadi penulis yang ulung dan komersial sepanjang dasawarsa 1960.

Setelah terbanting ketika dekade berganti menjadi 1970, Bee Gees bangkit lewat pengakuan Grammy itu. Dan, mereka tetap bertahan menjalani proses penuh kejutan dengan warna yang berbeda. Bee Gees berada di urutan kelima Rekaman Terlaku Sepanjang Masa di belakang Elvis Presley, The Beatles, Michael Jackson, dan Paul McCartney. Saturday Night Fever dan Spirits Having Flown (1979) saja terjual lebih dari 15 juta keping.

Apa yang membuat Bee Gees legendaris? ”Kami mengikuti jejak The Beatles dengan harmoni alami. Anda mengeluarkan suara yang pas dengan sebuah harmoni,” kata Robin. Barry dan dua adik kembarnya, Robin serta Maurice, lahir dari keluarga pemusik. Ibu mereka, Barbara, penyanyi andal dan sang ayah, Hughie, punya band penghibur penumpang feri di sekitar Liverpool.

Keluarga Gibb pindah ke Manchester tahun 1957. Di dekat rumah ada bioskop yang mengundang remaja berpentas saat jeda. ”Dengan modal gitar Barry, kami membawakan lagu yang biasa kami nyanyikan di rumah, seperti ’Lollipop’ atau ’Book of Love’. Biasanya penonton bertepuk tangan,” lanjut Mo.

Bersama beberapa teman, Gibb bersaudara membentuk band The Rattlesnake. Mereka remaja nakal dan pembuat kriminal, seperti membakar toko, merusak rumah tetangga, atau berkelahi. Barry dijebloskan ke penjara, Robin pernah mau ditangkap karena membakar papan reklame. Keluarga Gibb pindah ke Australia tahun 1958 yang membuka penandatanganan kontrak dengan Festival Records, Januari 1963.

Setelah malang melintang di panggung dan studio, Bee Gees mencetak hit ”Spicks and Specks”. Seperti band Australia lainnya, Bee Gees tak berkembang jika tinggal di Negeri Kanguru itu. ”Kami kenal beberapa teman. Mereka pindah ke Inggris untuk mencetak hit. Jika mereka bisa, kami tak mau kalah. Meski banyak yang tak setuju, kami meninggalkan Australia,” kenang Barry.

Lennon mengajari

Sekalipun berbekal hit ”Spicks and Specks”, tidak ada promotor yang tertarik. Namun, manajer The Beatles, Brian Epstein dari NEMS, meminta rekannya, Robert Stigwood, mencoba Bee Gees. Tanggal 24 Februari 1967, Bee Gees menandatangani kontrak lima tahun dengan gaji 25 poundsterling per minggu.

McCartney dan gitaris Eric Clapton yang diminta Stigwood untuk menilai Bee Gees mengatakan, tiga bersaudara itu pasti menjadi band besar. Mereka juga cepat bergaul dengan musisi yang suka nongkrong di klub Speakeasy, seperti The Beatles, Rolling Stones, atau The Who.

”Gitaris The Who, Pete Townshend, mengenalkan saya dengan John Lennon,” kata Barry. Lennon mengajari mereka memainkan beberapa instrumen yang akhirnya dimanfaatkan untuk album First. Lahirlah ”New York Mining Disaster 1941” yang langsung duduk di peringkat ke-12 tangga lagu, Mei 1967.

Tak lama kemudian, lahir lagi ”To Love Somebody”. Setelah Epstein meninggal dan mewariskan NEMS kepada saudaranya, Stigwood membentuk Robert Stigwood Organization (RSO) yang mengandalkan Bee Gees sebagai mesin uang. Oktober 1967 ”Massachusetts” masuk urutan teratas tangga lagu dan Stigwood mendesak Bee Gees melancarkan tur dunia, termasuk ke Amerika Serikat (AS).

Setelah ”I’ve Gotta Get A Message to You” jadi hit nomor satu di AS, terlihat tanda-tanda tak beres. Persaingan jadi vokalis antara Barry dan Robin, yang sama-sama penenggak narkoba berat, makin tak terkendali. Mo berubah jadi penderita alkoholik kelas wahid yang bolak-balik masuk pusat rehabilitasi.

Tur dunia mereka sukses, tetapi Robin dirawat di rumah sakit karena nervous breakdown. Maret 1969, Robin keluar karena karyanya, ”Lamplight”, dikorbankan di Muka B mengalah dari ”First of May” gubahan Barry. Ketika merekam album progresif rock Odessa, mereka tak mau berada di ruang yang sama.

Setelah Robin keluar, Barry dan Maurice pada Agustus 1969 memulai pembuatan Cucumber Castle yang melahirkan hit ”Don’t Forget to Remember” yang menduduki urutan kedua tangga lagu Inggris. Ironisnya, tak lama kemudian hit Robin yang bersolo karier, ”Saved by the Bell” menggapai urutan kedua.

Selama 1969, Bee Gees mengumpulkan profit bersih 3 juta poundsterling, jumlah yang mencengangkan. Album kompilasi Best of Bee Gees (1969) terjual lebih dari tiga juta kopi. Sebulan kemudian, Barry keluar dengan alasan ”bosan, kesepian, dan sangat kecewa”. Grup yang sepanjang 1967-1968 mencetak tujuh nomor di Top Ten itu meninggalkan Mo seorang diri.

Mereka reuni 1971 dan mencetak hit lagi, ”How Can You Mend A Broken Heart”. Setelah itu, pamor mereka turun dan kehidupan mereka diramaikan perceraian dan pemakaian alkohol/narkoba berlebihan. Bee Gees berkibar lagi saat merilis Main Course (1975) lewat hit ”Jive Talking” dan ”Nights on Broadway”, disusul Children of the World (1976) dengan hit ”You Should Be Dancing”.

Produser Arif Mardin, yang dianggap paman, menganjurkan Barry bernyanyi dengan suara falsetto. ”Anjuran ini saya ikuti ketika merekam ’Nights on Broadway’,” tutur Barry.

Dengan ajimat falsetto itu, Bee Gees merajai dunia disko melalui film Saturday Night Fever. Setelah itu, karier mereka mulus karena menyesuaikan diri dengan zaman. Bee Gees bahkan jadi sumber rezeki artis lain yang meminjam lagu mereka.

Bee Gees berada di puncak dunia ketika merilis dua album sekaligus tahun 2001, This is Where I Came In dan Their Greatest Hits: the Record. Namun, perjalanan mereka selesai ketika Mo tutup usia. Bee Gees sempat dinyatakan bubar, tetapi kini hidup kembali. Stayin’ Alive, tetap semangat bertahan hidup!


/lym 20/12/2009
Sumber : http://cetak.kompas.com

Note For U : thanks so much very inspiring ...

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.