Friday, December 11, 2009

Richard Gere - Menolak Beasiswa Demi Lentera Jiwanya


Siapa yang tidak mengenal Richard Gere? Mantan suami dari super model Cindy Crawford ini mendedikasikan hidupnya dalam dunia film Hollywood. Ketenarannya menjadi aktor tidak terlepas dari kerja kerasnya menggapai mimpi untuk berkecimpung di dunia seni. Jatuh bangun pun ia rasakan untuk menjadi aktor terbaik Hollywood.

Terlahir dengan nama Richard Tiffany Gere, 31 Agustus 1949 di Syracuse kota kecil di negara bagian Philadelphia AS, Gere muda adalah seorang anak yang sangat berbakat dan disiplin dalam lingkungan keluarga. Bahkan ketika berumur 13 tahun, ia sudah dapat memainkan alat musik terompet dan tergabung di sebuah orkestra lokal kotanya, Syracuse Sympony Orchectra. Cita-cita masa kecilnya adalah sebagai seorang pemusik. Namun obsesinya tersebut teralihkan ketika pada masa SMP ia ditarik untuk bermain dalam drama sekolah. Setelah lulus SMA, Gere melanjutkan kuliah di jurusan filsafat Universitas Masssachusetts, sambil memperdalam kemampuan aktingnya di sebuah sekolah drama.

Peran pertamanya pada tahun 1969 di sebuah kelompok teater Cape Cod's Provincetown Playhouse adalah pekerjaan pertamanya, dimana honor yang diterima-nya sebesar 28,70 dollar per minggu. Bukan hanya karena tawaran finasial yang baik, namun karena kesukaannya pada dunia hiburan, maka ia memutuskan untuk berhenti kuliah bahkan menolak beasiswa yang ditawarkan padanya sebesar 10 ribu dollar dan terjun dalam lingkungan hiburan profesional.

Tetapi masa menyenangkan itu berlalu cepat, ia keluar dari kelompok teater satu ke kelompok yang lain. Semasa di SMA sempat berangan-angan terjun dalam musik rock, namun niat itu terhenti, karena Gere menyadari bahwa itu bukanlah jalan hidupnya. Masa-masa sulit ia harus alami dengan hidup mandiri dan pendapatan yang pas-pasan serta tinggal di sebuah apartemen kecil dan kotor. Gere mencoba bergabung dalam berbagai pentas drama, namun setiap kali pertunjukan selalu sepi penonton dan akhirnya Gere harus kehilangan pekerjaan.

Semangatnya belum pudar, ia bergabung kembali dalam sebuah drama di Broadway. Dan karena aktingnya yang mengesankan, Gere akhirnya terpilih bergabung dalam New London Theatre pada tahun 1973. Penampilannya yang all-out, mengangkat namanya di antara penikmat teater di Inggris, bahkan Suday Ekspress memuji Gere dengan "A marvelous perfomace by Richard Gere".

Karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1974, ia memutuskan masuk dalam dunia film. Walaupun tidak terlalu sukses, namun namanya sudah diperhatikan sebagai calon bintang di Hollywood. Tahun 1979 mungkin sebagai titik awal Gere diperhitungkan dalam industri film. Perannya dalam film American Gigolo menarik berbagai kritisi film dan menjadikan dirinya sebagai simbol sex pada awal 80-an. Pada tahun 1982 ia kembali bermain dalam film An Officer and a Gentlemen dan mengangkat namanya di tangga bintang-bintang Hollywood.

Sebagai seorang aktor, ia pun hidup dalam lingkungan selebritis yang gemerlap akan kehidupan malam. Obat-obatan pun sempat menarik perhatiannya. Namun hal ini tidak berlangsung lama karena pada usia 30 tahun, ia menemukan pedoman dalam hidupnya. Pada tahun 1978, Gere berwisata ke Nepal dan menjumpai orang Tibet, di sana ia berbincang-bincang dengan para biarawan dan lama. Sejak saat itu ia tertarik untuk memperdalam ajaran Buddha. Gere pun tekun mengikuti berbagai kegiatan dengan Dalai Lama.

Kehidupan barunya membuat ia mengundurkan diri dari dunia keartisan. Ia dapat menerima segala kegagalan dalam hidupnya, pasrah, dan rajin membantu orang lain. Ia tahu bahwa hidupnya untuk orang-orang tertindas. Gere membantu perjuangan Dalai Lama untuk Rakyat Tibet. Berbagai kegiatan menggalang dana diselenggarakannya. Dan pada tahun 1995, Gere berhasil mengumpulkan dana 250.000 Pounsterling serta mempublikasikan sebuah buku Pilgrim di tahun 1997. Buku berisi foto-foto 18 tahun perjalanannya ke India, Nepal, Zanskar dan Tibet.

Pada tahun 1998, Gere kembali ke dunia akting. "Semula saya mengira bahwa keputusan untuk berhenti berakting merupakan tindakan yang berani. Namun belakangan saya berpikir, justru tetap bermain film merupakan tindakan yang berani," ungkapnya.

Pada tahun 2002, dalam dua film yang diperani, ia semakin matang dalam berakting. Ia bermain di film Chicago, film yang mendapat 13 nominasi piala Oscar 2002. Film terbarunya di tahun 2007, The Hunting Party, yaitu sebuah kisah nyata dari seorang reporter perang pun banyak mengundang reaksi positif oleh para kritikus.

Kini ia tinggal dengan damai dan bahagia dengan istri keduanya, Carrel Lowell dan seorang anak lelaki yang diberi nama Homer James Jigme Gere. Dan apa yang telah dicapai oleh Gere sebagai seorang aktor layak diacungi jempol. Kerja kerasnya membuahkan hasil yang cermelang. Jatuh bangun tidak membuat dirinya kehilangan semangat menjadi aktor terkenal. Di tengah kesuksesannya, ia menjalani kehidupan religius, dan selalu berbagi dengan sesama. Sebuah perjalanan panjang dari seorang Richard Gere yang patut diteladani. [dr.m]


/lym 11/12/2009
Sumber : http://www.lenterajiwa.com/