Wednesday, December 2, 2009

Puasa Belanja


The Compact, sekelompok aktivis lingkungan Amerika, bertekad untuk
puasa belanja selama setahun. Tidak membeli barang baru apa pun
kecuali kebutuhan pokok. Hasilnya? Mereka belajar banyak. Seorang
remaja berkata, "Banyak barang yang tadinya sangat kuinginkan,
ternyata tidak kubutuhkan." Seorang ibu menutup kartu kreditnya.
Seorang bapak mengaku bisa lebih menghargai barang. Jika rusak, ia
berusaha memperbaikinya dulu, tidak langsung membeli yang baru.
Mereka menyimpulkan, perilaku konsumtif membuat kita berbelanja lebih
dari yang kita butuhkan.

Waspadailah jebakan perilaku konsumtif. Iklan dan promosi terus
meyakinkan kita bahwa hidup belumlah lengkap sebelum membeli produk
mereka. Kita dipacu untuk menginginkan dan memperoleh semuanya. Jika
dituruti terus, segala cara akan kita tempuh. Mulai dari menumpuk
utang sampai bertengkar demi mendapat lebih banyak uang belanja. Doa
pun bisa dipakai untuk memaksa Tuhan memenuhi daftar belanja. Ini disebut persahabatan dengan DUNIA. Saat hawa nafsu dibiarkan berkuasa, kita akan iri pada mereka yang punya lebih.
Doa pun jadi terkontaminasi dengan permintaan duniawi.

Apakah kita selalu merasa apa yang kita miliki kurang? Apakah kita
resah jika belum memiliki benda yang banyak orang telah memilikinya?
Apakah belanja kita tak seimbang dengan penghasilan? Apakah doa kita
didominasi permintaan materi? Jika jawabnya "ya", kita tengah berada
dalam jerat perilaku konsumtif. Bebaskan diri segera. Tak ada
salahnya mencoba puasa belanja!

MASALAH KEBANYAKAN ORANG BUKANLAH MEMILIKI TERLALU SEDIKIT
MELAINKAN BERHARAP MEMILIKI TERLALU BANYAK


lym 01/12/2009
Sumber : From Your Email 11/11/2009 @08.04 am

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.