Monday, December 14, 2009

Pesona Pulau Nami


Kekuatan setting Drama Korea satu ini memang sangat memukau. Hingga mampu menyihir banyak orang untuk ingin mencicipi lokasi setting. Padahal, hanya sebuah pulau yang pohon-pohonnya berjajar rapi. Kemudian semakin tampak lebih eksotik jika musim salju tiba. Tapi inilah kecanggihan desainer “Winter Sonata” yang mampu menyulap pulau tersebut jadi terasa lebih dramatis dan romantis dengan penuh bumbu-bumbu percintaan di dalamnya. Terlebih jika sembari menikmati soundtrack drama-nya yang aduhai ….

Namanya Pulau Nami. Ketika kapal mendekati dermaga, sesosok patung perempuan mungil tampak menyembul dari laut di tepian pantai. Tak ada cerita istimewa tentang patung hitam itu, yang mirip patung little mermaid di Copenhagen, Denmark. Dari pulau ini, yang menyeruak hanya narasi cinta fenomenal yang membius negeri-negeri di Asia.

Pulau Nami terletak di kota Chuncheon-si, Provinsi Gwangwon-do, Korea Selatan. Dengan menumpang bus dari Seoul, pulau mungil ini bisa ditempuh selama 1,5 jam sampai tiba di Dermaga Gapyeong.

Perjalanan lalu disambung dengan kapal feri, menyeberangi Sungai Han selama 10 menit. Pulau Nami sejatinya terbentuk akibat pembangunan Danau Cheongpyeong (1943), yang membuatnya terpisah dengan daratan utama.

Nama Pulau Nami diambil dari Jenderal Nami, pahlawan muda Korea yang cerdas dan dikagumi. Pulau Nami sebenarnya tak menyajikan keindahan fisik yang teramat istimewa jika dibandingkan dengan pulau-pulau tujuan wisata di Indonesia. Tiada pantai berpasir putih yang menawan atau pemandangan alam yang memesona.

Namun, kala musim gugur datang, pulau ini memang berwajah lebih manis dan sungguh romantis. Daun-daun di pepohonan beralih warna menjadi kuning, coklat, dan merah. Di beberapa lokasi, pepohonan yang begitu tinggi menjangkau langit itu tertanam rapi menaungi jalan-jalan setapak. Pohon-pohon itu berbaris begitu lurus seolah sewaktu ditanam dengan dibantu penggaris.

Sejak enam tahun lalu hingga kini, pulau yang sederhana ini kebanjiran turis lokal dan mancanegara. Semua itu berkat sebuah drama cinta melankolik yang fenomenal berjudul Winter Sonata (Gyeoul yeonga, 2002), yang digilai kaum muda di berbagai negara di Asia. Sinetron tayangan stasiun televisi KBS itu mengambil Pulau Nami sebagai latar untuk beberapa adegan romantis pasangan Kang Jun-sang (Bae Yong-jun) dan Jung Yu-jin (Choi Ji-woo).

Sinetron itu sebenarnya hanya bercerita tentang keluguan cinta pertama di SMA, yang bangkit lagi setelah sepuluh tahun pasangan tersebut berpisah. Namun, meski dikemas melankolik, drama itu tidak dibanjiri adegan menangis berlebihan atau akting berlebihan lainnya, seperti halnya sinetron Indonesia.

Sinetron Winter Sonata itu dianggap sebagai gebrakan signifikan dimulainya demam budaya pop Korea yang melanda Asia, termasuk Jepang. Fenomena itu populer disebut sebagai Hallyu. Berbagai kajian budaya pop kerap membahas soal Hallyu ini. Bahkan, di Jepang, Winter Sonata menjadi kajian khusus dalam perkuliahan di universitas dan skenarionya dianalisa begitu serius.

Tak heran, meski secara fisik pulau ini tak seindah jika dibandingkan dengan pulau-pulau di Maluku, Nami jadi jualan pariwisata Korea Selatan, sekalipun sinetron Winter Sonata itu sudah habis ditayangkan sejak enam tahun lalu.

Korean Tourism Organization (KTO), yang mengundang wartawan dari berbagai negara di Asia, tahu betul bagaimana harus mengemas narasi pariwisata mereka. Joo, Sang-gun, Asisten Manajer Tim Asia KTO, berujar, Pemerintah Korsel sangat sadar dan mendukung penuh pertumbuhan budaya pop, bahkan menggarapnya sebagai industri yang pada akhirnya menguntungkan pariwisata Korsel.

Sung Hee-sook alias Alex, pemandu wisata KTO, mengakui, sebelum Winter Sonata, Pulau Nami nyaris dilupakan penduduk Korea sebagai salah satu tempat wisata. Terlebih, tempat- tempat wisata lain yang atraktif terus bertumbuhan.

Namun, sejak sinetron itu digilai di Korea dan negeri-negeri lain di Asia, Pulau Nami menjadi tujuan turis favorit. Inilah satu contoh jualan pariwisata yang cerdik. Tak mengandalkan lanskap alam anugerah Tuhan, melainkan bermodal budaya pop kreasi anak bangsa.

Turis yang menyambangi Pulau Nami tak lain untuk tujuan ziarah cinta ala Winter Sonata. Fenomena serupa juga terjadi di Verona, kota mungil di Italia, yang menjadi latar kisah Romeo dan Juliet karya William Shakespeare. Segala sesuatu tentang Winter Sonata digandrungi. Sampai-sampai, sebuah surat kabar Korea memaparkan cara membelitkan syal penghangat leher, seperti yang dipakai Jun-sang.

Di berbagai sudut pulau ini dihiasi foto-foto berisi beragam adegan dalam sinetron itu. Bahkan, dipasang juga patung Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo tengah berdiri berhadapan di ujung jalan yang berhias deretan pohon metasequoia.

Tak hanya itu, ada juga galeri foto berisi gambar kedua pemain utamanya. Beragam suvenir ala Winter Sonata pun dijajakan. Di beberapa lokasi juga dipasangi petunjuk berupa foto adegan atau benda lain untuk mengingatkan pengunjung yang ingin napak tilas. Semua lokasi shooting itu laris menjadi sasaran turis untuk berfoto.

Satu lokasi terkenal, yaitu jalan panjang berpasir di tepi danau yang dinaungi pohon-pohon birch. Di situlah adegan pasangan Jun-sang mengendarai sepeda sambil memboncengkan Yu-jin, yang merentangkan kedua tangannya sembari memejamkan mata menikmati momen. Adegan ini dianggap seromantis adegan dalam film Hollywood, Titanic, ketika Jack dari belakang merentangkan kedua tangan Rose di ujung kapal seperti hendak terbang.

Lokasi populer lainnya, yaitu di sekitar tepi danau, di mana terdapat sebuah bangku dan meja piknik yang dihiasi dua boneka salju buatan. Dalam sinetron, Jun-sang dan Yu-jin duduk berdua di bangku itu sembari membuat boneka salju.

Choi Jung-eun, anggota staf Nami Island, menyebutkan, kunjungan turis di Nami dulu hanya berkisar 200.000 per tahun. Sejak demam Winter Sonata hingga kini, kunjungan wisata di Nami melonjak 1,6 juta per tahun, 200.000 orang di antaranya turis mancanegara. Pihak pengelola juga mempertahankan minat turis dengan rajin menyelenggarakan berbagai pergelaran seni di Nami.

/lym 13/12/2009 @09.37 pm