Saturday, December 5, 2009

Pengadilan pun tampil cantik


Ada yang berbeda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat menggelar perkara pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Kamis (8/10). PN Jaksel tampil cantik.

Ruang sidang utama bersolek. Dinding di belakang kursi hakim, yang biasanya putih polos, berubah diberi latar belakang bertekstur vertikal warna coklat. Meja hakim juga baru. Begitu juga dengan kipas angin yang dipasang di atas kursi penasihat hukum.

Ruang sidang utama digunakan untuk menggelar sidang dengan terdakwa Antasari Azhar, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif. Majelis hakim diketuai Ketua PN Jaksel Herri Swantoro.

Tiga ruang sidang di bagian belakang gedung PN Jaksel juga sedikit berubah. Jika pada sidang sebelumnya suara hakim dan pihak yang beperkara terdengar samar-samar tanpa pengeras suara, kali ini terdengar jelas di seluruh ruangan. Pengeras suara rupanya dipasang, khusus di ruang sidang yang digunakan untuk menyidangkan terdakwa lainnya, Sigid Haryo Wibisono, Wiliardi Wizar, dan Jerry Hermawan Lo.

Ruang sidang yang tak digunakan untuk menyidangkan perkara pembunuhan berencana Nasrudin, maaf-maaf saja, tetap tanpa pengeras suara. Pengunjung sidang perkara korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum, dengan terdakwa Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika Yohanes Waworuntu, tetap harus menajamkan pendengaran. Intensitas suara tergantung dari keras atau lemahnya suara jaksa yang membacakan tuntutan bagi Yohanes pada Kamis sore itu. Tak ada pengeras suara.

Senin lalu, tiga hari sebelum sidang perdana itu digelar, Ketua PN Jaksel Herri Swantoro menyempatkan berkeliling ke ruangan di PN Jaksel. Ia memastikan perbaikan di PN Jaksel berjalan baik.

Oh ya, tak hanya perubahan tampilan. Nama ruangan sidang di PN Jaksel juga berubah. Ruang sidang utama yang sebelumnya bernama Ruang Garuda berganti menjadi Ruang Oemar Seno Adji.

Artha Theresia Silalahi dari Humas PN Jaksel, yang ditanya soal perubahan fisik bangunan PN Jaksel, sambil tertawa mengatakan, ”Sudah saya duga akan ada pertanyaan ini. Perbaikan ini tidak ada hubungannya dengan sidang Antasari.”

Menurut Artha, kebetulan pimpinan PN Jaksel baru. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kepemimpinan baru itu adalah pembenahan ruang sidang. ”Bertepatan dengan keluarnya anggaran, saat perkara itu dilimpahkan ke pengadilan. Jadi, tidak ada hubungannya,” kata Artha di Jakarta.

Perbaikan ruang sidang memang membuat pengunjung sidang lebih nyaman mengikuti jalannya sidang. Gambar ruang sidang di televisi juga terlihat lebih indah.

Sayangnya, suasana seperti itu mustahil diperoleh di kamar kecil atau toilet yang letaknya di bagian belakang, yang tak nyaman dan jorok. Mungkin karena toilet tak pernah masuk layar televisi. (idr)

/lym 05/12/2009
Sumber : http://cetak.kompas.com