Saturday, December 12, 2009

Menggantungkan Hidup di Tali Tambang Pantai Timang Share


TALI tambang plastik sepanjang 200 meter berumur tiga tahun itu menjadi satu-satunya gantungan hidup saat menjelajahi Pulau Panjang dengan menaiki “kereta” gantung dari Pantai Timang. Adrenalin yang terpacu menciptakan sensasi wisata ekstrem yang tidak bisa ditemukan di tempat lain selain di Gunung Kidul, DIY.

Pulau Panjang adalah nama sebuah pulau kecil di seberang Pantai Timang, Kecamatan Tepus. Pulau ini menjadi lokasi penangkapan lobster bagi warga sekitar.

Untuk memudahkan penyebrangan dari Pantai Timang menuju Pulau Panjang, maka dibangunlah “kereta” gantung dengan tali tambang sebagai relnya. Tukijan bersama lima temannya harus berenang di antara tebing curam dan melawan ganasnya ombak laut selatan untuk membuat jalur “kereta” gantung itu.

Awalnya mereka hanya memasang dua utas tambang menuju ke pulau tersebut dengan biaya Rp 900.000. Masing-masing tali memiliki panjang sekitar 200 meter dengan diameter empat senti meter.

Sebelum ada “kereta” gantung, Tukijan bersama tema-temanya kerap batal berburu lobster ke Pulau Panjang karena terhalang tingginya gelombang. Selain menjadi sarana mencari lobster, kursi gantung itu juga diminati wisatawan. Tukijan pun kerap mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi operator kursi gantung bagi wisatawan.

Para pencinta olahraga off road dan pemancing yang kerap mengunjungi Pantai Timang adalah sedikit orang yang telah merasakan sensasi “kereta” gantung tersebut. Mereka biasanya membayar Rp 100.000 per orang.

Biaya itu masuk akal. Sebab, menarik “kereta” gantung dari Pantai Timang menuju Pulau Panjang bukan perkara mudah. Tukijan ditemani Sunyoto dan Warsito tampak terengah-engah saat menarik tali “kereta” gantung yang dinaiki anggota Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa 2009 Harian Kompas, awal Mei lalu.

“Rasanya lebih berat dari tarik tambang atau menimba sumur,” kata Sunyoto sambil menahan sakit akibat telapak tangannya berdarah tergores tali.

Rasa takut memang mendominasi ketika menaiki kursi gantung yang terbuat dari kayu dan ditarik dengan tali tambang plastik ini. Apalagi ketika deburan ombak laut selatan bisa menjangkau tubuh yang terayun-ayun di ketinggian 50 meter dari permukaan air laut. Namun dengan bekal keberanian dan keyakinan, semua itu terbayar menjadi sebentuk kenangan yang tak akan bisa dilupakan...


/lym 12/12/2009

Sumber :
Foto dan naskah: Wawan H Prabowo
http://images.kompas.com