Wednesday, December 2, 2009

Cash-Out Quadrant

Masih ingat dengan Cashflow Quadrant nya Robert T. Kiyosaki* (Employee **–Self Employee **– Business Owner **– Investor)*?, semoga Anda belum lupa.

Di kuadran mana Anda menghasilkan income, itu tidaklah penting. Pokoknya cara yang Anda lakukan itu halal dan diridhoi ALLAH S.W.T.

Saya hanya mengajak Anda untuk melihat kembali bagaimanakah pembelanjaan uang Anda, atau istilah kerennya Cash-Out. Sama seperti Kiyosaki, saya menggunakan pendekatan 4 kuadran. Hanya saja saya menamakanya kuadran pengeluaran, atau Cash-Out Quadrant.

KUADRAN SEMU
Pada kuadran ini, orang membelanjakan uangnya demi kepuasan semata. Kepuasan yang saya maksud mengacu pada pemenuhan nafsu duniawi, dan hampir bisa dipastikan keputusan pengeluaran uang hanya dilandasi oleh hasrat atau keinginan belaka.

Saya sebut kuadran semu karena manfaat dari barang / jasa yang dibeli cuma sementara saja, dan kenikmatannya hanya terasa dalam waktu singkat. Bahkan produknya pun tidak bertahan lama.

Tidak percaya?, coba perhatikan orang yang kerap gonta – ganti HP. Ganti model, ganti merek, tukar tambah, terus dilakukan setiap ada model – model terbaru. Cape ?, jelas dong. Apa manfaatnya?, tidak ada!, hanya sekadar memuaskan kepenasaran saja. Berapa lama ia menggunakan HP tersebut?, hanya sebentar!, setelah itu sudah ganti lagi dengan yang baru dan terus demikian.

Atau perhatikan orang yang hobi koleksi sepatu sampai menghabiskan 2 – 3 lemari. Dapatkah ia menikmati semuanya?, tidak!. Kalaupun ya, pasti hanya sebentar sekali. Muncul koleksi baru, yang dulu buru – buru masuk "museum".

Percayalah!, mengeluarkan uang di kuadran ini bukan pilihan yang bijak. Anda hanya akan tertipu karena manfaat dari barang / jasa yang Anda beli sifatnya semu. Seolah – olah penting, padahal tidak.

Barang apapun di kuadran ini, dalam waktu singkat pasti segera menghilang. Entah itu cepat habis (barang konsumsi), dijual, ditukar, dicuri, atau sekadar menjadi rongsokan yang tidak bernilai. Barang – barang itu akan menghilang dari hadapan Anda setelah berhasil memuaskan hasrat dan nafsu Anda.

KUADRAN PERLU
Membelanjakan uang di kuadran perlu adalah tepat. Mengapa?, karena Anda benar – benar selektif, hanya mengeluarkan uang untuk barang / jasa yang perlu dan ada manfaatnya bagi diri Anda. Contohnya belanja keperluan sehari – hari (makan, minum, pakaian, hiburan, transport, dsb).

Pada kuadran ini, barang / jasa akan tetap dimiliki sampai manfaatnya habis, atau sampai Anda memerlukan manfaat baru.

Ilustrasinya begini. Saya punya teman seorang dosen. Setiap tahun, dia pasti mudik (pulang kampung) ke Yogyakarta menggunakan sebuah mobil bermerek Suzuki Katana. Suatu waktu mobil kesayanganya ini dicuri orang. Anehnya, kehilangan mobil tersebut tidak membuatnya geram sama sekali, cukup ia berkata "Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Rooji'uun". Namun, ia tetap melaporkan pencurian itu pada yang berwajib. Yaa... hanya mengikuti prosedur sebagai warganegara yang baik he..he..

Kira – kira 1 minggu setelah mobilnya hilang, ia kembali ke kampus
menggunakan mobil baru... Kijang Innova. Penasaran, saya bertanya pada beliau, "Mas, mobilnya baru ya, padahal kemarin baru kehilangan?". Dengan entengnya ia menjawab, "saya memang berencana beli mobil ini koq, maklum anak – anak udah pada gede, kalau mudik naik Katana wuiihhhh... desek–desekan. Saya memang butuh mobil yang lebih besar, makanya kemarin pas kehilangan nggak terlalu ambil pusing".

Kisah nyata yang menarik bukan?... pada saat teman saya kehilangan mobil, sebetulnya ia juga sudah siap membeli mobil baru. Mobil yang bisa memuat penumpang lebih banyak dan lebih nyaman. Mobil Suzuki Katanya nya, memang tidak dibutuhkan lagi. Manfaatnya sudah semakin mengecil, atau nyaris tidak ada.

Sekarang coba perhatikan isi lemari Anda. Perhatikan kemeja, kaos, celana, dasi, sarung, apapun. Barang – barang itu masih ada di lemari karena Anda masih membutuhkannya bukan?. Manfaatnya masih ada untuk Anda. Kalau manfaatnya sudah tidak ada, apa yang Anda lakukan?, tepat sekali!, Anda pasti mengeluarkannya dari lemari tersebut. Entah diberikan ke saudara, diberikan ke tetangga, ke pembantu, ke panti asuhan, atau berubah fungsi jadi kain lap.

Di kuadran ini, bagaimanapun caranya, barang – barang belanja Anda akan menghilang setelah manfaatnya semakin berkurang atau habis. Dan bagaimanapun caranya, percayalah!, barang – barang dengan manfaat yang lebih baik akan hadir dihadapan Anda.

Dua kuadran berikutnya adalah kuadran yang akan memberi manfaat besar dalam jangka waktu yang lama. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari. Padahal, rahasia kunci pembelanjaan atau pengeluaran uang terletak pada dua kuadran ini.

KUADRAN ILMU
Membelanjakan uang untuk belajar jelas tidak ada ruginya sama sekali.
Asalkan yang dipelajari itu adalah ilmu yang baik. Barang apa yang Anda dapat disini?, wujudnya tidak ada, hanya bukti fisik semata (physical evidence). Contohnya belanja buku, sekolah, seminar, pelatihan, serta semua hal yang akan menambah pengetahuan dan keterampilan Anda.

Belanja di kuadran ini akan meningkatkan kualitas diri Anda. Dan manfaatnya jelas tidak sementara. Ilmu dan keterampilan yang Anda pelajari akan terus dapat digunakan sampai kapanpun.

Katakanlah Anda seorang sales executive di sebuah perusahaan. Anda dituntut untuk menguasai teknik bernegosiasi yang efektif. Lalu perusahaan mengirimkan Anda untuk mengikuti pelatihan ini selama 3 hari. Hasil pelatihannya lalu Anda praktekan, dan ternyata memang ada dampaknya.

Nah, pertanyaan saya, apakah teknik negosiasi efektif yang Anda pelajari itu akan hilang apabila Anda berhenti bekerja di perusahaan tersebut?. Sama sekali TIDAK!. Ilmu yang Anda pelajari tetap dapat digunakan, meskipun Anda sudah pensiun dari bekerja. Ilmu itu bisa Anda praktekan untuk berbisnis, berorganisasi, berjualan, bermasyarakat, dan sebagainya.

Memutuskan untuk membelanjakan uang di kuadran ini memang butuh keberanian.
Dalam sebuah pelatihan bisnis yang pernah saya ikuti, saya menemukan seorang peserta yang rela menjual sepeda motor miliknya supaya bisa ikut pelatihan tersebut. Maklum, pelatihannya cukup mahal, kalau saya sebut nominalnya hampir 20 juta rupiah untuk 1 paket program. Berbeda dengan pelatihan di tanah air pada umumnya, program ini lebih berbentuk laboratorium dan full praktek nyata.

Tapi benar!, seumur hidup saya belum pernah menemukan orang yang miskin karena belajar, meskipun perjuangan untuk belajar itu sangatlah berat. Saat ini si peserta pelatihan tadi sudah memiliki sebuah Holding Company yang membawahi beberapa aktivitas bisnis. Motor??!!, yang saya tahu sekarang kemana – mana dia menggunakan sedan BMW.

KUADRAN BIRU
Terus terang, saya akui agak kesulitan menjelaskan kuadran yang satu ini. Saya menyebutnya kuadran biru, karena mengeluarkan uang di kuadran ini memberikan ketenangan dan kebahagiaan.

Kalau Anda membelanjakan uang di kuadran biru, barang atau jasanya tidak akan Anda dapatkan. Tapi manfaat belanjanya amat sangat panjang, long-lasting!. Belanja apakah itu?... sedekah, zakat, derma, bantuan sosial, dan bentuk – bentuk amal lainnya.

Jangan salah, mengeluarkan uang di kuadran ini, saya pastikan Anda bisa memenuhi kebutuhan belanja di kuadran – kuadran lainnya. Anda akan merasakan kepuasan, manfaat, dan pelajaran. Belum lagi ditambah pahala yang akan Anda peroleh dari-NYA. Wah!!, inilah kuadran yang luar biasa.

Kalau tidak percaya lakukan saja. Syaratnya, waktu mengeluarkan uang harus dibarengi niat yang tulus dan keikhlasan.

Tidak jauh – jauh, saya adalah bukti hidup nya. Tidak akan saya ceritakan panjang lebar bagaimana prosesnya, yang jelas belanja di kuadran ini sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi saya. Lho, koq bisa??!...

He..he.., sekali lagi saya agak kesulitan menjelaskannya pada Anda. Tapi ya begitulah yang saya alami. Perumpamaan saya tentang kuadran ini, seperti sedang melakukan dribble dalam olahraga basket. Pertama – tama saya memegang bola, lalu bola itu saya pantulkan ke lantai, dan hap! saya tangkap lagi, lalu saya pantulkan lagi, dan saya tangkap lagi, begitulah seterusnya.

Uang yang saya belanjakan di kuadran ini selalu kembali pada saya. Jumlahnya bisa sama atau lebih besar, yang jelas tidak berkurang. Begitu saya dapat, saya keluarkan, dan saya dapat lagi. Aneh ya...

Alhamdulillaah, selama saya mengeluarkan uang di kuadran biru, saya tidak pernah merasa kekurangan. Setiap kebutuhan hidup saya bisa terpenuhi. Tapi, sekali lagi saya ingatkan, ada syaratnya. Apakah itu??... Niat dan Ikhlas.

Nah, silahkan evaluasi pengeluaran Anda selama 12 bulan ini. Dari sejak bulan Januari 2007 sampai dengan Des 2007, di kuadran manakah pengeluaran terbesar Anda?. Kalau masih besar di kuadran 1 dan 2, saya menyarankan untuk 3 bulan kedepan, perbanyaklah belanja di kuadran 3 dan 4. Sehingga pengeluaran Anda menjadi seimbang, bahkan lebih berkah lagi.

Percayalah!, Anda tidak akan jatuh miskin. Saya sudah lama mempraktekanya, dan saya sudah sering melihat keajaibannya.

*"Ya ALLAH..., sungguh sangat indah dan sangat menakjubkan keajaiban yang ENGKAU perlihatkan kepadaku. Izinkanlah aku untuk terus menyaksikan dan merasakannya... aamiin".*

/lym 01/12/2009
Sumber :
From Your email 29/09/2009 @04.01 pm
Ditulis oleh Muhammad Isman (Trainer of Motivation)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.