Wednesday, November 25, 2009

Wanita


Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Tuhan?” Tuhan menjawab: “Sudahkah engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka? Kedua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik.

Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakan dan berfungsi baik untuk segala jenis keperluan, tapi mampu menjaga banyak anak pada saat yang bersamaan. Punya pelukan yang hangat dan dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua itu cukup dilakukan dengan dua tangan ini!”
Malaikat itu takjub, “Hanya dengan dua tangan ini…? Impossible ah..! Dan itu modelnya standar lagi. Sudahlah

Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya…”
“Oh tidak. SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini karena ini adalah ciptaan favorit SAYA…. Oh ya malaikat, dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari..!”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk mahluk wanita ciptaan TUHAN itu. “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN?”...
“Yah…, SAYA membuatnya lembut, tapi kamu belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa…”

“Dia juga bisa berpikir???”’ tanya malaikat.
“Tidak hanya berpikir, tapi dia mampu bernegosiasi..!”’ jawab TUHAN.

Sang malaikat menyentuh dagu wanita ciptaan TUHAN itu dan mengusap air mata dipelupuk matanya…., “TUHAN, ciptaan ini ENGKAU buat tampak lelah dan rapuh, seolah terlalu banyak beban baginya”.
“Itu bukan lelah dan rapuh…, itu namanya air mata”, koreksi TUHAN.
“Untuk apa air mata?”, tanya malaikat.
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan”, lanjut TUHAN.

“Luar biasa…, ENGKAU jenius TUHAN”, kata malaikat. “ENGKAU memikirkan segala sesuatunya pada mahluk wanita ciptaanMU ini. Sungguh menakjubkan..!” lanjutnya.
“Ya mestiii dong…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Dia mampu menyanyi saat menangis, saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia akan berkorban demi orang yang dicintainya. Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya secara total tanpa pamrih untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat….

Cintanya tanpa syarat! Dia menangis saat melihat anaknya menjadi pemenang, dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengan kelahiran. Hatinya akan begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian, tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi penderitaan hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka…

Tapi ada hanya satu hal yang kurang dari wanita….:
DIA TERKADANG LUPA BETAPA BERHARGA DIRINYA…”


/lym 24/11/2009
Sumber :
From My Friend - Agoes Pamino