Thursday, November 19, 2009

Senin, Hari Izin Sakit Paling Populer


Satu dari tiga permohonan izin pegawai karena sakit dilakukan pada hari Senin, demikian kesimpulan sebuah penelitian oleh firma konsultan Mercer di Inggris.

Peningkatan angka kehadiran kemudian terjadi seiring berjalannya hari. Angka terendah dari tak masuk kerja karena sakit terjadi pada hari Jumat hanya dengan total tiga persen saja. “Fenomena ini bisa menjelaskan gejala rendahnya keterikatan dan moral pegawai dalam tim dan lingkungan kerjanya,” kata Phiroze Bilimoria salah seorang peneliti.

Alasan keluhan sakit paling sering terjadi adalah masalah nyeri otot sebanyak 24 persen, diikuti oleh infeksi virus dan sakit akibat stres sebanyak 17 persen . Uniknya meski alasan infeksi terjadi lebih banyak dibanding izin karena stres, tapi izin karena stres memakan waktu lebih lama dibanding infeksi.

Penelitian juga membuktikan 24 persen pegawai perempuan lebih banyak mengambil izin dibanding pegawai pria. Perempuan juga dua kali lebih cenderung mengambil izin karena sakit yang berhubungan dengan stres, kelelahan dan depresi. Tapi pria dua kali lebih sering izin karena serangan nyeri otot, patah tulang atau cedera lain. Penelitian ini dilakukan berdasarkan catatan manajemen 11 ribu pegawai swasta.

Professor Cary Cooper, ahli psikologi dunia kerja di University of Lancaster, mengatakan,”Beberapa pegawai mungkin merasa waktu akhir pekan terlalu pendek jadi mereka engambil ekstra hari libur.”

Tapi Cooper juga curiga ada pegawai yang berbohong tentang kondisi kesehatannya demi tak masuk kerja. “Tampaknya juga lebih dipercaya menggunakan alasan sakit punggung dari pada stres yang tampaknya lebih memalukan,”kata Cooper.

Karenanya Cooper menganjurkan perusahan manapun lebih teliti melihat penyebab masalah. Apakah karena jam kerja yang terlalu lama? Atau pola kerja fleksibel lebih dibutuhkan? “Karena riset membuktikan, jika pegawai dipercaya untuk bekerja dengan waktu yang fleksibel, absen sakit yang berhubungan dengan stres jadi lebih rendah dan produktifitas akan meningkat.”


/lym 18/11/2009
Sumber : TEMPO Interaktif