Sunday, November 15, 2009

Pit Stop


Michael Schumacher menjadi juara dunia Formula One (F1) tujuh kali. Ia mampu memacu mobil balapnya dengan kecepatan di atas 300 km/jam, menyelesaikan puluhan lap dalam waktu yang amat cepat.

Ada satu hal yang selalu ia lakukan saat berlomba, yaitu melakukan pit stop. Di Pit Stop itu, ia berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar, mengganti ban yang aus, dan memeriksa peralatan mobilnya. Sesaat kemudian ia pun melanjutkan lomba.

Sejarah mencatat, dalam F1 strategi Pit Stop tidak jarang menjadi penentu. Perhentian sesaat di Pit Stop itu bisa mengantar seorang pembalap meraih kemenangan.

Mirip dengan kehidupan kita. Setiap hari kita menjalani berbagai aktivitas dan kerap terjebak dalam rutinitas. Tujuh hari dalam seminggu kita memacu diri kita dengan berbagai kesibukan pekerjaan, mungkin ditambah juga dengan aktivitas di tempat lain. Sehingga saking sibuknya sampai-sampai kita pun kerap kali lupa hal yang sangat penting, yaitu "berhenti" sejenak.

Dalam bacaan kita, jelas ada saat di mana kita harus sejenak berhenti. Mengambil jeda dari kebisingan
hidup. Sejenak menarik diri dari hiruk pikuk rutinitas. Mengistirahatkan bukan hanya tubuh, tetapi juga hati dan pikiran. Saat di mana kita memeriksa dan mengasah diri.

Ibarat merecharge baterai kehidupan kita. Untuk kemudian bersiap melanjutkan perjalanan lebih jauh
lagi.


/lym 14/11/2009 @ 23.05 pm : For U - I'll remember "Pit Stop" thanks so much ^_^

From ur email @ saturday, 14/11/2009 -16.40 pm