Wednesday, November 25, 2009

Menjadi Pelayan


Ketika kita sudah menduduki posisi puncak, rasanya apa pun yang kita
katakan akan menjadi titah yang harus terwujud. Kita mulai berhenti
mendengarkan dan sibuk berbicara. Kita sibuk berpikir dan lupa
melihat apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Tingkat kesabaran
kita menipis jika segala sesuatunya tidak terlayani dengan sempurna.

Di balik semua itu, kita tidak pernah tahu ada yang pontang-panting
kewalahan memenuhi keinginan kita. Tidak banyak yang mengamati bahwa
seorang pelayan yang masih tersenyum sabar sebenarnya sedang
memikirkan anaknya yang sakit keras di rumah. Hampir tak ada yang
memikirkan bahwa penataan ruangan untuk sebuah acara istimewa yang
digelar satu atau dua jam saja, membutuhkan kerja keras semalam
suntuk dari sejumlah orang yang di antaranya sampai kelelahan bahkan
jatuh sakit karena terpaksa harus begadang.

Dalam budaya Jawa kita mengenal filosofi yang berbunyi :"ing ngarsasung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani".
Artinya : di depan memberi teladan, di sisi memberi bimbingan, dari belakang
memberi dorongan. Seorang pemimpin yang baik bukan penguasa yang
hanya bisa memerintah; pemimpin adalah pengayom, panutan, sekaligus
rekan berbagi hati.

BARANGKALI POSISI KITA BISA DI PUNCAK
TETAPI BIARLAH HATI KITA TETAP ADA DI TEMPAT RENDAH


/lym
Sumber : From Your Email

No comments: