Monday, October 26, 2009

Ketika Sahabat Berkhianat


Sebuah Kutipan :

"Sahabat adalah teman terbaik yang kita miliki.
Kita melewati suka duka bersama.
Tapi ketika sahabat kita mengkhianati kita.
Apa yang akan anda lakukan?"

Sahabat adalah teman yang sangat dekat dengan kita. Tidak ada teman yang lebih baik daripada sahabat kita. Mungkin ada sebagian dari kita menganggap sahabat sebagai adik atau kakak kita sendiri. Bersama mereka, kita merasa nyaman. Bersama mereka, kita bisa terbuka dan saling membantu jika ada masalah yang membingungkan kita. Kita melewati suka dan duka bersama mereka. Bagi kita yang memiliki sahabat yang sangat dekat, tentunya kita tidak ingin pisah dari mereka. Mereka menjadi bagian dari hidup kita.

Namun, suatu ketika, sahabat yang sangat kita percaya itu menjadi musuh kita. Dia mengkhianati kita. Dia berniat mencelakakan kita. Pernahkan anda membayangkan hal demikian? Tentu kita tidak pernah membayangkan hal demikian karena kita sangat mempercayai sahabat kita. Kita tidak akan pernah berpikir sahabat yang sangat kita percayakan akan mengkhianati kita. Namun, bila hal ini terjadi, apa yang akan anda lakukan? Membencinya? Melukapakannya? Atau memaafkannya? Mungkin sulit dijawab. Tapi mari kita bahas satu per satu.

Membencinya? Apakah ini yang akan anda pilih? Jika anda memilih untuk membencinya maka anda tidaklah beda dengan sahabat anda. Apa yang akan anda dapat dari membencinya? Kebencian hanya akan membawa kehancuran. Saat rasa benci telah masuk ke dalam diri anda, maka akan timbul niat untuk mencelakakan dia. Timbul pula niat untuk menghancurkan hidup dia. Dan proses ini akan terus berulang. Ketika anda berhasil menghancurkan hidup sabahat anda, maka sahabat anda akan semakin membenci anda dan berniat membalas dendam lagi. Ingatlah. Kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian. Oleh karena itu, membencinya bukanlah jalan yang terbaik.

Melupakannya? Tidaklah mudah untuk melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita. Apalagi kita pernah melewati masa suka dan duka bersamanya. Perlu diketahui, seorang nenek yang sudah tua sekalipun tidak akan pernah melupakan kenangan manis di masa mudanya. Semakin anda berusaha melupakannya, anda akan semakin menderita karena dia tidak pernah bisa menghilang dari pikiran anda. Jadi, melupakannya juga bukan merupakan jalan terbaik.

Memaafkannya? Hal yang terbaik adalah memaafkannya. Namun, kita tahu kalau memaafkan ini mudah dalam teorinya saja. Namun, susah dalam mempraktekannya. Saya yakin kalau memaafkan seseorang yang mengkhianati kita adalah hal tersulit dalam hidup kita. Walau kita bisa berkata pada orang lain kalau anda tidak membencinya. Anda sudah memaafkannya. Namun, hati berkata beda. Anda masih belum bisa memaafkan dia sepenuhnya. Oleh karena itu, bagaimana caranya agar kita bisa memaafkannya?

Berpikirlah positif. Berpikirlah mengapa dia melakukan hal demikian. Setiap tindakan pasti ada sebabnya. Pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Mungkin ada orang yang mendesaknya berbuat demikian atau ada sikap anda yang salah yang membuat dia membenci anda. Anda tidak perlu bertanya kepada dia apa penyebabnya kepadanya. Cukup anda pikirkan sendiri. Tapi ingat, berpikirlah positif. Setelah itu, ingatlah masa-masa bersama dia. Bersama dia, anda telah melewati berbagai macam suka duka. Dia telah banyak membantu anda. Apakah anda harus membencinya? Ingatlah hal-hal baik yang pernah dia lakukan kepada anda. Tentu ini akan menjernihkan pikiran anda. Setelah itu, cobalah berpikir, dari sekian banyak hal baik yang telah dia lakukan kepada anda, mengapa anda tidak memaafkannya saja. Bukankah dulu dia pernah membantu anda. Renungkan baik-baik.

Setelah direnungkan, mungkin ada 3 jawaban yang bisa keluar. "Saya memaafkan dia", "Saya tidak mau memaafkan dia", "Saya tetap tidak tahu apa yang terbaik yang harus saya lakukan".

Jika jawaban anda "Saya memaafkan dia", maka ambil handphone anda. Kirimkan sms kepada sahabat anda itu dengan pesan "Saya telah memaafkan semua yang kamu lakukan kepada saya dan saya akan selalu menjadi sahabatmu". Berharaplah dengan mengirimkan sms seperti ini hatinya akan terbuka dan membalas sms anda dengan pesan "Saya tahu saya salah. Maafkan saya". Ini adalah hal terbaik yang bisa terjadi. Jika dia tidak membalas sms anda atau justru membalas sms anda dengan cacian, lepaskanlah sahabatmu ini. Namun, jangan pernah membencinya.

Jika jawaban anda "Saya tidak mau memaafkan dia", itu adalah pilihan anda. Anda hanya akan selalu berada di dalam lingkaran kebencian. Ingatlah. Di saat anda sedang membenci sahabat anda itu, anda marah-marah bagai orang gila, mungkin sahabat anda itu sedang asik di rumahnya sambil tertawa. Dia tidak akan tahu apa yang anda lakakan itu.

Jika jawaban anda "Saya tetap tidak tahu apa yang terbaik yang harus saya lakukan", maka anda adalah orang yang tidak punya pendirian. Anda tidak bisa memutuskan hal terbaik buat diri anda sendiri.

Apapun yang anda lakukan itu adalah keputusan anda sendiri. Namun ingatlah 1 hal. Berpikirlah positif.


Sumber :
http://bodhiviriyo.blogspot.com

/lym 07/09/2009 @08.47 am