Thursday, October 15, 2009

Hikmah Selembar Bulu Mata


Di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat.
Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu,"ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi."
Disusul oleh telinga, "Saya yang mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."
Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."
"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."
"Silakan", kata malaikat.

"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga : "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata."

Sahabatku, cerita di atas tentu hanya metafora. Message yang akan disampaikan dari cerita di atas adalah betapa Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampu Allah swt, dimana bulu mata kita meski hanya selembar yang pernah dibasahi oleh air mata taubat dan penyesalan atas dosa yang pernah kita lakukan akan dapat menolong kita kelak di yaumil hisab. r

Nabi Muhammad saw adalah pemimpin ummat yang diibaratkan seperti singa ketika di medan perang tetapi pada malam hari beliau menangis dan memunajat kepada ALLAH.

Rasulullah saw bersabda :" Tidak akan di sentuh oleh api neraka, mereka yang menangis karena takut akan ALLAH..."

Sahabatku, sudah sepatutnya air mata kita hendaklah kita alirkan pada sesuatu yang lebih bermanfaat dari sekedar menyaksikan 'reality show' di TV yang penuh rekayasa.. Ingatlah di mata Allah swt, air mata yang paling mahal adalah air mata penyesalan.. Air mata yang takut akan azab ALLAH... Walaupun hanya setetes air mata yang kita alirkan untuk ALLAH, Rasulullah saw Sang Kekasih ALLAH memberi jaminan bahwa kita tidak akan disentuh oleh api neraka...

/lym 14/10/2009

Sumber : Note from IPH Facebook

No comments: