Saturday, September 26, 2009

Resensi Film : 'P.S. I LOVE YOU'


Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Cecelia Ahern putri dari Bertie Ahern, Perdana Menteri Irlandia saat ini. Tokoh utama film ini dipercayakan pada peraih 2 Oscar, Hilary Swank, sebagai Holly, wanita yang ditinggal mati suami tercinta, Gerry (Gerard Butler).

Gerry yang berkebangsaan Irlandia adalah segalanya bagi Holly. Mereka bertemu saat Holly sedang ikut rombongan wisata kampus ke Irlandia. Pertemuan itu berlanjut ke pernikahan yang sangat bahagia. Sayang kebahagiaan mereka tidak seperti dongeng, yang berlangsung selamanya. Tumor otak yang diderita Gerry memisahkan mereka berdua.

Kepergian Gerry menjadi hal terberat yang harus diterima Holly. Dunia Holly seakan runtuh, belahan jiwanya telah pergi. Dia mengurung diri selama berminggu-minggu, menjadi sosok perempuan lemah, penyendiri, menyesali kehidupan dan tanpa aktivitas yang berguna, tak mengurus dirinya juga apartemennya.

Sampai pada hari ulang tahunnya yang ke-30. Hari itu, ibu (Kathy Bates) dan kedua sahabatnya, Denise (Lisa Kudrow) dan Sharon (Gina Gershon) mendatangi Holly yang berada dalam keadaan menyedihkan di apartemennya yang kotor.

Tak hanya ibu dan kedua sahabatnya, Gerry pun hadir. Tak lagi berwujud raga, Gerry hadir dalam bentuk tape recorder dan sebuah kue ulang tahun. Sebelum meninggal Gerry ternyata telah menyiapkan segalanya. Dari rekaman tersebut Gerry meminta Holly untuk keluar merayakan ulang tahunnya agar tidak murung terus. Gerry juga menyatakan akan menyurati Holly setiap bulannya. Surat-surat itu berisi 'tugas-tugas' dari Gerry yang harus dilakukan Holly.

Melalui surat-surat ini Gerry seperti membimbing Holly agar ia dapat lebih percaya diri dan membantunya untuk menata kembali kehidupannya. Dalam setiap akhir suratnya, Gerry selalu menyertakan: P.S I Love You. Dari sudut pandang Holly, kehadiran Gerry seperti benar-benar nyata tak hanya berwujud kata-kata.

Surat-surat Gerry juga mengantarkan Holly pada petualangan bersama kedua sahabatnya. Pengalaman menyentuh, menarik, memalukan menyertai perjalanan mereka. Tak hanya itu, perjalanan tersebut juga mengantarkan Holly pada kehidupan Gerry di Irlandia.

Perjalanan-perjalanan itu memberikan hikmah besar pada diri Holly. Dari sanalah Holly menemukan ulang arti tentang pernikahan, persahabatan, dan bagaimana cinta yang begitu kuat dapat mengubah kematian menjadi awal dari kehidupan yang baru.

Film garapan sutradara Richard LaGravenese ini berhasil membuat film yang seharusnya sedih menjadi lebih ringan dengan banyaknya selipan humor. Tak hanya itu, ia juga berhasil membuat penggambaran sempurna tentang keindahan alam Irlandia. Penggambaran karakter tokoh-tokohnya pun sangat kuat. Ditunjang pula dengan kemampuan akting kelas wahid para aktor/aktrisnya.

Yang paling berkesan adalah upaya Gerry (melalui surat-suratnya) untuk menyadarkan Holly bahwa sendirian atau bersama orang lain, setiap orang harus melanjutkan hidupnya. Apalagi Gerry melakukannya dengan cara yang elegan, tak memaksa ataupun menggurui. Hal ini pun bisa menjadi nasehat berharga bagi orang yang baru saja kehilangan atau berpisah dari orang yang dicintai. Film yang sangat sesuai pula ditonton oleh pasangan yang sedang dilanda masalah, untuk mengingatkan kembali kekuatan cinta yang dulu pernah menyatukan mereka. (kpl/lin)


Pemain: Hilary Swank, Gerard Butler, Harry Connick Jr., Gina Gershon, Lisa Kudrow, Kathy Bates

/lym 26/09/2009 @ 04.10 pm

Sumber :
www.kapanlagi.com/takeover.html?http://www.kapanlagi.com/a/ps-i-love-you-sendirian-atau-tidak-hidup-harus-berlanjut.html