Tuesday, September 22, 2009

Resensi Film : Pay it Forward


Film ini bercerita tentang Trevor Mc Kinney yang diperankan dengan sangat baik oleh Cevin Spacey, seorang siswa SMP yang hidup dengan seorang ibu yang pemabuk ( diperankan dengan sangat hebat dan menggugah oleh Helen Hunt --- bermain juga dalam What Woman Want ) bernama Arlene yang bekerja di dua tempat sekaligus untuk menghidupi anaknya. Di waktu siang hari ia bekerja sebagai pelayan kafe sekaligus tempat bermain judi, dan malam hari bekerja sebagai pelayan bar dengan pakaian seronok.

Ia harus memegang sebuah janji kepada anaknya, agar berhenti untuk minum minuman keras, dan ia telah berusaha untuk itu, tapi tetap saja keinginan untuk minum tidak sepenuhnya dapat hilang begitu saja, karena secara sembunyi ia masih minum walau sesekali dan dengan volume kecil.

Di sekolah, diceritakan Trevor mendapatkan sebuah tugas pelajaran Ilmu sosial, yang mengharuskan setiap siswa memberikan sebuah ide sederhana yang bisa digunakan mengubah dunia. Sang guru bernama Simonet yang sekujur tubuhnya terdapat bekas luka bakar, ---namun tidak ada yang tahu apa sebabnya.

Trevor memiliki sebuah ide sedarhana yang dinamakannya “Membalas kedepan / Pay it Forward“ dimana Trevor berusaha mengubah hidup 3 orang yang ada disekitarnya. Dan tiga orang yang telah berubah hidupnya ---menjadi lebih baik, akan mengubah hidup 3orang yang lain. Begitu seterusnya.

Target pertamanya adalah seorang pemuda pecandu narkoba bernama Jerry. Pada mulanya Trevor berhasil memberi semangat kepada Jerry, dan membuat pemuda sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini salah. Namun pada akhirnya ia gagal. Ia juga berusaha mengubah hidup temannya yang selalu dipukuli oleh temannya yang lain dengan memberi semangat agar berani melawan, namun ia gagal. Untuk membantu kawannya ketika dipukuli, Trevor tidak berani.

Target selanjutnya adalah bapak Simonet. Ia ingin membuat gurunya itu menjadi sebuah pribadi yang menyenangkan dan tidak kaku terhadap murid. Dalam hal ini Trevor juga berusaha menjodohkan gurunya itu dengan ibunya sendiri. Namun ini bukan hal yang mudah. Disinilah dilihat upaya keras Trevor untuk mengubah hidup guru dan ibunya.

Ada adegan yang mengharukan ketika untuk sekian kalinya Trevor mengetahui bahwa ibunya masih saja minum. Mereka berdua bertengkar hebat, dan secara tidak sengaja Trevor berkata kasar kepada ibunya dengan menyebut “ Aku tidak suka karena kau ibuku,“ dan karena kata-kata ini secara tidak sengaja, untuk pertama kalinya Trevor ditampar oleh ibunya.

Sungguh adegan ini sama sekali tidak menggambarkan keangkuhan seorang anak. Adegan ini bernilai lebih dari itu. Pada adegan ini emosi penonton terasa diaduk-aduk. Trevor memilih untuk minggat. Dan dengan bantuan bpk Simonet, Arlene mencari Trevor. Beruntung mereka berdua menemukannya. Disini juga emosi penonton diuji kembali. Adegan dimana ibu dan anak ini akhirnya berbaikan sungguh sangat mengharukan.

Akhirnya Trevor berhasil menyatukan guru dan ibunya. Hidup berjalan bahagia, namun ternyata itu sementara. Kebahagian mereka terenggut ketika ayah kandung Trevor kembali hadir di kehidupannya, dan memohon diberi kesempatan untuk menjadi ayah yang baik, dan Ashlee memberikan kesempatan, namun disisi lain pak Simonet merasa dicampakan, begitupula Trevor, ia begitu sedih.

Ternyata ayah kandung Trevor tidak sepenuhnya berubah, ia tetap menjadi seorang pemabuk dan perangai kasar. Disaat Ashlee meminta Simonet untuk kembali, semua telah terlambat. Simonet merasa sakit hati. Disini juga akhirnya diketahui bahwa Simonet kecil bernasip sama dengan Trevor, yakni memiliki ayah yang bengis, yang dalam keadaan mabuk membakar dirinya. Simonet tidak ingin kejadian itu menimpa Trevor, namun untuk kembali ketengah keluarga trevor, Simonet tidak memiliki keberanian.

Hingga akhirnya pada hari terakhir pengumpulan tugas, Trevor yang merasa gagal menjalankan idenya untuk mengubah dunia, merasa terpukul. Namun siapa sangka, ide ini telah begitu pesat berkembang di Las Vegas, sehingga banyak orang yang telah mendapatkan dampak baik dari ide ini. Ada seorang wartawan yang mencari asal usul munculnya ide “membalas kedepan” ini, dan akhirnya ia berhasil menemukan Trevor. Trevor berhasil diwawancarai oleh TV, dan ketika diwawancarai inilah, Trevor menyampaikan keinginannya agar ibu dan gurunya kembali bersatu –tentu secara tersirat.

Ending ini begitu mengejutkan. Dugaan akan terjadinya ending yang menyenangkan, ternyata tidak terjadi. Selepas diwawancarai, Trevor yang beranjak pulang, ---- di tempat lain ternyata guru dan ibunya kembali bersatu. Trevor melihat temannya kembali dipukuli, dan kali ini Trevor tidak takut lagi dan ikut membantu, namun siapa sangka ternyata itu akhir dari hidupnya, karena seseorang dari pengeroyok membawa pisau dan melukai Trevor, sehingga Trevor terluka dan akhirnya tewas.

Sungguh inilah klimaks dari film ini, karena dari sepanjang film kita melihat kegigihan Trevor dan keberhasilan akan idenya yang ternyata telah membuat banyak orang berubah ( ternyata ini disebabkan oleh Jerry, yang menolong seseorang yang hampir bunuh diri, dan ide “Membalas kedepan” itu menjadi tersebar pesat) namun disaat terakhirnya ia tidak melihat impiannya menyatukan ibu dan gurunya, karena ia terlebih dahulu meninggal.


/lym 21/09/2009 @17.56


Sumber :
http://masfathin.multiply.com